Pandeglang Banten / IRPOM adalah singkatan dari Irigasi Perpompaan, yaitu program dan sistem pengairan pertanian yang menggunakan mesin pompa air untuk mengalirkan air ke lahan warga. Program ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Tujuan utama Irpom (Irigasi Perpompaan) adalah mengatasi masalah ketersediaan air di lahan pertanian, meningkatkan frekuensi panen dari sekali menjadi dua atau tiga kali setahun, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.Manfaat Utama Irpom Mengatasi Kekeringan: Menyediakan pasokan air yang stabil ke area persawahan, terutama saat musim kemarau tiba.Meningkatkan Panen: Membantu petani menanam padi lebih sering dalam setahun di lahan kering atau tadah hujan.Mendukung Swasembada: Menjaga produksi beras nasional agar tetap stabil dan mencukupi kebutuhan dalam negeri.
Program Irigasi Perpompaan (Irpom) dari Kementerian Pertanian memang wajib dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani, dan dananya disalurkan langsung ke rekening kelompok atau Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) tanpa melalui perantara.
Tapi sialnya diduga kuat kelompok tani Monggor Berkarya Desa Pasir Sedang Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang yang saat ini sedang melakukan pekerjaan Irpom Ketua Kelompok Tani Akui bahwa ia tidak tahu menahu berapa nilai anggaran dana tidak tahu menahu terkait anggaran tersebut (minggu-26-07-2026).
Pasalnya.” Saat tim investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) pandeglang mendatangi lokasi pekerjaan diduga kuat program tersebut terkesan di paksakan dan tidak tepat sasaran, Karena disinyalir air yang nantinya akan disedot untuk mengairi pesawan warga sama sekali tidak ada airnya alias kering,sedangkan fungsi Irpom sendiri untuk mengairi persawahan warga di saat musim kemarau.
Atan Selaku ketua kelompok tani Monggor Berkarya mengatakan.” Kami hanya kerja tidak tau juga berapa bayaran upahnya, untuk berapa nilai anggaran saya tidak tau karena saya tidak tau menahu terkait anggaran semua di pegang oleh Ocid selaku UPKK (Unit Pengelola Keuangan Dan Kegiatan) tuturnya.
Raeynold Kurniawan ketua GWI Pandeglang angkat bicara.” Kami menilai ada permainan dalam pengajuan program Irpom di kelompok tersebut karena diduga jelas untuk menyedot air nya kering di saat musim kemarau lalu apa fungsinya jelas kuat dugaan kami ini ulah oknum yang tak bertanggung jawab agar anggaran terserap demi meraup keuntungan pribadi lalu fungsi korluh dalam pengajuan ini seperti apa,Jangan jangan ada main mata di balik layar tegasnya.
Dan anggaran yang di kelola oleh UPKK ketua kelompok wajib mengetahui, mengawasi, serta ikut bertanggung jawab penuh atas transparansi penggunaannya agar sesuai dengan juknis jangan kelompok tani hanya di jadikan boneka dan sapi perah , Dan kami pastikan GWI akan kawal terkait dengan dugaan dugaan yang ada kami akan layangkan surat permohonan konferensi pers ke dinas terkait pungkasnya.
Sampai berita ini di terbitkan pihak korluh picung,UPKK dan Dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi dan pihak media memberikan ruang bagi berbagai pihak yang akan memberikan klarifikasinya terkait dengan hal tersebut.
Tim investigasi GWI










