Pandeglang-Banten / Dapur MBG Cisata Pasireurih Yayasan Insan Fastabiqul Khairat Kecamatan cisata kabupaten pandeglang jadi sorotan publik.
Pasalnya.” Pembagian MBG di SDN pasir Eurih 2 kecamatan cisata pada kamis-15-01-2026 diduga terlambat dan hal ini dikeluhkan oleh pihak sekolah dan para murid.
Salah satu wali murid yang tak mau disebutkan inisialnya mengatakan.” Anak saya pulang sampai jam 2 siang yang semestinya pulang jam 12 ini sampai jam 2 siang malah jam 2 lewat, itu gara gara nunggu pembagian MBG tapi pihak dapur telat kirim. Dan itu karena Jum’at libur jadi dua hari kamis dan Jumat dibagikan sekalian di hari kamis ucapnya.
Masih wali murid yang inisialnya tak mau disebutkan mengatakan.” Itu dapet nya yang pertama datang, ada ayam,ada melon okelah itumah saya bilang standar, Tapi anehnya yang satunya hanya jeruk 1, telur 1, susu kotak kecil 1 dan dan ubi atau bahasa sini mah hui seperapat iris.Kalau ini pembagian buat 2 hari jauh amah dari standar ucapnya.
Salah satu guru di SDN Pasireurih 2 saat di konfirmasi oleh tim investigas Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) pandeglang mengatakan.” Kami juga jengkel pak, Saya pulang jauh ke panimbang cuman gara gara nungguin MBG belum datang,Sedangkan anak anak pulang jam 12 siang ini kami nunggu sampai jam 2 siang lewat ujarnya.
Kepala sekolah Pasireurih 2 saat di konfirmasi via pesan WhatsApp mengatakan.” Wa,alaikum salam.
Kemarin Kamis kebetulan saya kepala pasireurih 1 dan 2, ada kegiatan monev BOSP, di Gedung PGRI, memang ada keterlambatan menurut guru jam 10. Belum datang, sementara kelas 1 pulangnya jam.10.
Nanti saya tanya ke guru guru Mohon maaf singkatnya.
Raeynold Kurniawan ketua GWI pandeglang dengan tegas mengatakan.” Ahli gizi dan SPPG itu bukan pelengkap struktur, Mereka penentu kualitas kalau menu didugai tak sesuai standar asupan Gizi jelas itu tanggung jawab mereka dan kami menilai pihak dapur MBG Cimalati ini belum ada kesiapan tapi terkesan dipaksakan,Jelas keterlambatan datangnya MBG ini banyak pihak yang dirugikan tegasnya
Ahmad Umaedi ketua lembaga investigasi Negara (LIN) pandeglang menambahkan.” Persoalan ini tidak bisa dianggep sepele karena menyangkut akuntabilitas pengelolaan dana publik . Kami menilai ada dugaan ketidaksesuaian antara anggaran dana realisasi menu makanan. Jika dibiarkan maka di khwatirkan menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan program MBG, Negara sudah mengalokasikan anggaran Maka kualitas dan kuantitas makanan harus benar benar sesuai tutup ketua LIN pandeglang
Sampai berita ini di terbitkan GWI dan media masih berusaha untuk mengkonfirmasi pihak Dapur MBG Cimalati. GWI dan media membuka ruang selebar lebarnya untuk berbagai pihak yang berkaitan dengan hal tersebut untuk memberikan klarifikasinya.
Tim investigasi GWI



















