Pandeglang-Banten / Penanganan jembatan dan jalan kabupaten yang mengalami longsor saat ini tengah dipercepat tapi sayangnya warga menilai pekerjaan tersebut sangat lambat sehingga akses jalan tertutup padahal itu adalah akses jalan utama sehingga para masyarakat berteriak karena akses jalan yang terputus apalagi ini sudah mendekati waktu hari raya idul Fitri (12/03/2026).
Seperti yang dikerjakan saat ini di kabupaten Pandeglang provinsi Banten tepatnya di Kp.Kadupandak Desa Sinar Jaya Kecamatan Mandalawangi.
Tapi sialnya dalam hasil penelusuran tim investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Pandeglang ditemukan beberapa temuan dan kejanggalan.
Diduga kuat dalam pekerjaan tersebut tidak terpampang papan informasi publik dan para pekerjanya pun tidak dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri) dan dalam pekerjaan tersebutpun disinyalir tidak sesuai spek.
Salah satu warga sekitar yang tak mau disebutkan inisialnya mengatakan.” Pekerjaan tersebut kami nilai lambat dan tak berkualitas seperti asal-asalan masa tidak dikasih pondasi langsung Bronjong saja, Bagaimana mana mau awet tahan lama urainya.
Raeynold Kurniawan ketua GWI Pandeglang angkat bicara.” Pekerjaan tersebut diduga sudah tidak sesuai SOP dan mendobrak Undang-undang KIP, Apalagi pekerja tidak dilengkapi APD jelas itu sangat disayangkan.Ini pekerjaan punya pemerintah apa siluman yang tak jelas dan semaunya sendiri tegasnya.
Lanjut Raeynold mengatakan.” Dan kami nilai juga pemasangan Bronjong tersebut akan sia sia tidak akan bertahan lama kedepannya, Sebab tidak menggunakan pondasi dan semestinya Bronjong tersebut dari bawah dasar kali bukan menumpang diatas tanah, Bagai mana akan bertahan lama Yanga ada akan longsong lagi dan lagi, Apakah ini faktor kesengajaan para oknum-oknum yang tak bertanggung jawab agar nantinya akan ada pekerjaan lagi untuk mencuri uang negara dengan legalitas penanganan bencana Pungkas.
Sementara itu diduga pihak pelaksana inisial (AC) saat dikonfirmasi resmi dengan No: 112/GWI-DPC/III/2026.Tanggal: 11 Maret 2026, Tidak memberikan klarifikasi hak jawabnya malah lebih memilih bungkam.
Sementara sampai berita ini di terbitkan pihak dinas terkait belum ada klarifikasi resmi
Tim investigasi



















