BREAKING NEWS : GWI ACEH
Fase Pamungkas Ramadhan 1447 H: Santri Pidie–Pidie Jaya Tampil Percaya Diri, “Menduniakan Karya” Lewat Platform Belajar Mandiri Ust. Azhar Kiran
Gabungnyawartawanindonesia.co.id.||PIDIE – PIDIE JAYA, ACEH | 17 Maret 2026 — Semangat Ramadhan tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam geliat prestasi generasi muda. Hal itu tampak jelas dalam Program Belajar Mandiri Ramadhan bersama Ust. Azhar Kiran yang kini memasuki Fase III (Pamungkas)—tahap penentu yang menjadi ruang pembuktian kualitas dan karakter santri Serambi Mekkah.
Mengangkat tema “Membumikan Kalam Ilahi, Melangitkan Karya Santri dari Serambi Mekkah,” program ini hadir sebagai terobosan pembelajaran berbasis digital yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kreativitas generasi muda. Tak sekadar kompetisi, kegiatan ini menjelma menjadi gerakan edukatif yang membangun mental percaya diri, disiplin, dan daya saing santri di tengah era global.
Kompetisi Berkualitas, Santri Tampil Totalitas
Berdasarkan data hingga 16 Maret 2026, sebanyak 12 peserta terbaik telah menghasilkan 31 karya video dalam berbagai cabang lomba. Menariknya, sejumlah peserta menunjukkan performa luar biasa dengan mengikuti lebih dari satu kategori, mencerminkan kapasitas multi-talenta yang kian berkembang di kalangan santri.
Partisipasi aktif terlihat dari Kabupaten Pidie Jaya melalui kontribusi sejumlah lembaga pendidikan seperti MIN 1, MIN 12, MTs, hingga SMK Tastafi. Sementara itu, Kabupaten Pidie menunjukkan konsistensi kuat melalui MIN 40 Pidie (Simpang Tiga) yang mencatatkan jumlah karya terbanyak.
Persaingan yang terjadi bukan hanya soal kuantitas, melainkan kualitas penyampaian pesan, kedalaman makna, serta kreativitas dalam mengemas dakwah melalui media digital.
Ragam Talenta: Dari Tilawah hingga Orasi Internasional
Pada fase pamungkas ini, para peserta tampil dengan kemampuan terbaik mereka di berbagai cabang.
Cabang Tartil dan Tilawah Al-Qur’an menghadirkan lantunan ayat suci dari Putri Ziya Surayya, Muhammad Salim, Muhammad Faiz, M. Waliyul Azka, Naiva Mauliva, Anisa Maulisa, hingga Putri Naura Syahira.
Cabang Pidato Bilingual (Arab dan Inggris) menjadi sorotan tersendiri, di mana para santri menunjukkan keberanian berbicara di level internasional. Nama-nama seperti Putri Naura Syahira, M. Waliyul Azka, Saifa Balqisa, Azqia Nazira, dan M. Hafidhul Azka tampil dengan pesan yang kuat dan inspiratif.
Di cabang Seni Suara Islami (Selawat dan Qasidah), syiar agama disampaikan dengan sentuhan seni oleh Azkia Munira, Azqia Nazira, M. Hafidhul Azka, M. Waliyul Azka, Naiva Mauliva, serta Anisa Maulisa.
Sementara itu, cabang Doa, MC, dan Kaligrafi memperkaya spektrum kompetisi. Muhammad Faruq Al-Fairuz tampil dalam doa, Anisa Maulisa sebagai MC, serta karya kaligrafi dari Muhammad Faiz, Muhammad Salim, dan Saifa Balqisa menjadi representasi keindahan seni islami.
Inovasi Belajar 24 Jam: Adaptif di Era Digital
Keunggulan program ini terletak pada konsep belajar mandiri berbasis digital selama 24 jam, yang memberikan fleksibilitas bagi santri untuk mengakses materi pembelajaran dayah, madrasah, hingga pengembangan diri secara berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti bahwa transformasi digital dapat berjalan selaras dengan penguatan nilai-nilai keislaman, sekaligus membuka ruang bagi santri untuk tampil dan dikenal lebih luas.
Pembina program, Ust. Azhar Kiran, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya keberanian dalam proses belajar dan berkarya.
“Kesempatan adalah momentum yang tidak boleh disia-siakan. Jangan takut salah, tetapi takutlah jika tidak mencoba. Karya para santri adalah bagian dari syiar, dan dari sinilah lahir generasi masa depan,” ujarnya.
Ajakan Terbuka: Saatnya Ambil Peran
Fase pamungkas yang akan berakhir pada 28 Ramadhan 1447 Hijriah menjadi kesempatan terakhir bagi para santri untuk berpartisipasi. Panitia mengajak generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut ambil bagian dalam gerakan positif ini.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kreatif, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional hingga global.
“Dari Serambi Mekkah, untuk dunia—santri hari ini adalah pemimpin masa depan yang membawa cahaya dengan iman, ilmu, dan karya,” menjadi pesan kuat yang mengiringi fase akhir program ini.
~Reporter/Perss Media GWI-ACEH – Wilayah Sabang Aceh (MJ Eric Karno)
~Sumber/Photo : Tgk.Azhar Pidie
~Rilis/RedaksiNasional : Gabungnyawartawanindonesia.co.id.



















