Singkawang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar,– Dugaan skandal penyelundupan emas ilegal kembali mencuat di Bandara Singkawang. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, muncul dua peristiwa berbeda yang diduga berkaitan dengan upaya membawa emas dalam jumlah besar tanpa dapat menunjukkan dokumen resmi saat pemeriksaan keamanan bandara.
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, pada 6 Juni 2026, petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Singkawang menemukan seorang pria berinisial PIS yang diduga membawa emas batangan seberat kurang lebih 4 kilogram. Saat dilakukan pemeriksaan, pria tersebut disebut tidak dapat menunjukkan dokumen resmi yang berkaitan dengan barang yang dibawanya.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, pria tersebut akhirnya tidak jadi berangkat menggunakan pesawat dan diduga berhasil meninggalkan kawasan Bandara Singkawang bersama emas yang dibawanya.
Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengamanan dan pengawasan terhadap dugaan skandal penyelundupan emas ilegal di lingkungan bandara.
Belum selesai menjadi perhatian publik, pada Sabtu, 27 Juni 2026, kembali muncul dugaan kasus serupa. Seorang pria diduga membawa emas berbentuk perhiasan dengan berat sekitar 10 kilogram.
Berdasarkan informasi yang diterima awak media, pria tersebut tidak dapat menunjukkan dokumen resmi atas barang yang dibawanya dan selanjutnya diduga diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Singkawang.
Munculnya dua dugaan skandal penyelundupan emas ilegal dalam waktu yang berdekatan menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas sistem pengamanan di Bandara Singkawang, termasuk koordinasi antara petugas Avsec dan aparat penegak hukum dalam menangani temuan yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.
Hingga berita ini diterbitkan, Polres Singkawang belum memberikan keterangan resmi mengenai penanganan kasus tersebut maupun status hukum pihak yang diduga diamankan. Sementara itu, pihak Bandara Singkawang juga belum memberikan penjelasan resmi terkait evaluasi atas dua peristiwa yang diduga terjadi sepanjang Juni 2026.
Awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Bandara Singkawang, Avsec, Polres Singkawang, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan seluruh informasi dan memberikan pemberitaan yang berimbang kepada masyarakat.(Rin).










