BREAKING NEWS : GWI ACEH
Sekda dan Forkopimda Sabang Akselerasi Ketahanan Pangan Berbasis Gampong, Panen Perdana Jagung Pipil BUMG Tahareukat Tembus Dua To
Gabungnyawartawanindonesia.co.id.|| Sabang, 30 April 2026 – Pemerintah Kota Sabang kian mengakselerasi penguatan ketahanan pangan berbasis gampong melalui pengembangan sektor pertanian produktif yang terintegrasi dan berkelanjutan. Langkah strategis ini ditandai dengan panen perdana jagung pipil oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Tahareukat di Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, yang berhasil mencatat hasil sekitar dua ton dari lahan seluas satu hektare.
Lebih dari sekadar panen awal, capaian ini menjadi penanda penting bahwa transformasi ekonomi berbasis potensi lokal mulai menunjukkan hasil konkret dan menjanjikan.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/04) tersebut dihadiri langsung Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, AP., M.Si., bersama unsur Forkopimda Kota Sabang serta jajaran instansi terkait. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan soliditas kolaborasi dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat dari level gampong.
Dalam pernyataannya, Andri Nourman menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian berbasis gampong merupakan strategi kunci dalam membangun kemandirian daerah di tengah dinamika global dan tantangan ketahanan pangan.
“Panen ini bukan sekadar hasil produksi, melainkan bukti arah pembangunan yang tepat. Sabang memiliki potensi besar yang harus terus dioptimalkan. Pemerintah akan memperkuat intervensi melalui dukungan bibit unggul, pendampingan teknis, serta sinergi lintas sektor agar program ini berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa komoditas jagung pipil memiliki nilai strategis tinggi, terutama sebagai penopang kebutuhan bahan baku pakan ternak yang terus meningkat, sekaligus membuka ruang ekonomi produktif bagi masyarakat.
Dandim 0112/Sabang, Letkol Kav. Edi Purwanto, S.I.P., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut, seraya menegaskan komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan dari tingkat daerah.
“Ini adalah bentuk nyata kolaborasi yang harus terus diperkuat. TNI siap hadir dan bersinergi dengan pemerintah serta masyarakat dalam pendampingan sektor pertanian. Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri, SE., MAP., menilai hasil panen ini sebagai fondasi awal yang kuat untuk pengembangan skala lebih luas.
“Capaian dua ton per hektare pada tahap awal ini menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan. Ke depan, kami akan mengoptimalkan produktivitas melalui benih unggul, penguatan kapasitas petani, serta pendampingan intensif dan berkelanjutan. Jagung pipil memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem peternakan di daerah,” jelasnya.
Program yang diinisiasi oleh BUMG Tahareukat ini menjadi contoh konkret keberhasilan model pemberdayaan ekonomi berbasis gotong royong. Sejak tahap pembukaan lahan hingga penanaman, sekitar 20 warga terlibat aktif dalam pengelolaan lahan, mencerminkan kuatnya partisipasi dan kepemilikan kolektif masyarakat.
Keuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum, menyebut panen perdana ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi gampong.
“Ini bukan hanya panen, tetapi awal dari gerakan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah dan semua pihak, kami optimis program ini akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan di tingkat gampong,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Sabang, perwakilan instansi vertikal seperti Kementerian Agama dan BPS, serta jajaran Pemerintah Kota Sabang, di antaranya Asisten I, Bappeda, Dinas Pertanian dan Pangan, serta Camat Sukajaya.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan benih jagung kepada masyarakat guna memastikan program ini terus berkembang dan memberikan dampak nyata.
Dengan sinergi yang semakin solid antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, pengembangan jagung pipil di Kota Sabang diyakini tidak hanya menjadi solusi ketahanan pangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan berbasis gampong.
-Reporter/Perss Media GWI-ACEH (Wilayah Sabang) : MJ Eric Karno
-Rilis/RedaksiNasional : Gabungnya Wartawan Indonesia.co.id.










