BREAKING NEWS : GWI ACEH
MERIAH LUAR BIASA! Festival Kreativitas SMPN 3 Montasik Hidupkan Bahasa Aceh, Teladani Akhlak Nabi dan Lestarikan Budaya
Gabungnyawartawanindonesia.co.id | ACEH BESAR -Viraltimes.id
Halaman SMP Negeri 3 Montasik, Kabupaten Aceh Besar, berubah menjadi panggung kebudayaan yang megah dan penuh warna,
Ribuan pasang mata terpukau menyaksikan gelaran akbar “Festival Kreativitas Siswa SMPN 3 Montasik” dengan tema yang sangat mendalam dan menyentuh hati: *”Dengan Bahasa Aceh Kita Teladani Akhlak Nabi, Merawat Islam Melestarikan Budaya, Geberasi Muda.”
Tema ini bukan sekadar slogan. Ini adalah perlawanan, sebuah ikrar dari generasi muda Montasik untuk tidak kehilangan jati diri di tengah gempuran modernisasi.
Acara yang dikemas apik oleh OSIS dan dewan guru ini berhasil menyedot perhatian penuh dari unsur muspika dan tokoh masyarakat.
Tampak hadir langsung *Camat Montasik, Keuchik Gampong setempat, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar, para Kepala Sekolah se-Kecamatan Montasik, para wali murid, dan ratusan siswa* yang tampil dengan busana adat Aceh yang memukau.
Kepala SMPN 3 Montasik dalam sambutannya yang berapi-api mengatakan, festival ini sengaja digagas untuk mengembalikan marwah Bahasa Aceh di kalangan remaja.
“Kita sangat miris, anak-anak kita sekarang malu berbahasa Aceh. Padahal bahasa Aceh adalah identitas kita. Melalui festival ini, kita wajibkan semua penampilan, pidato, dan syair menggunakan Bahasa Aceh. Dengan bahasa Aceh lah kita teladani akhlak mulia Rasulullah,” tegas Kepsek SMPN 3 Montasik yang disambut tepuk tangan meriah.
Dan memang, isi acaranya sangat luar biasa.
Panggung festival disulap menjadi etalase bakat-bakat terpendam siswa. Ada *Pidato Bahasa Aceh* yang menggetarkan tentang akhlak Nabi Muhammad SAW, ada *Hikayat dan Seumapa*, ada *Tari Ranup Lampuan dan Ratoh Duek* yang dibawakan dengan sangat kompak oleh siswi-siswi berhijab, hingga *Pameran Kaligrafi Islam dan Kerajinan Tangan berbahan daur ulang.*
Yang paling menyita perhatian adalah Lomba *Peusijuk Adat dan Dike Beut* yang dibawakan oleh siswa laki-laki dengan suara lantang berbahasa Aceh yang fasih.
Camat Montasik yang turut memberikan sambutan memberikan apresiasi setinggi langit untuk SMPN 3 Montasik.
“Ini baru luar biasa. Saya sudah keliling banyak sekolah, baru di SMPN 3 Montasik ini saya lihat festival yang temanya berani mengangkat Bahasa Aceh sebagai pilar utama. Ini sejalan dengan visi Aceh Besar yang religius dan berbudaya. Dinas Pendidikan harus jadikan ini contoh untuk sekolah lain,” ujar Camat Montasik.
Senada dengan itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar juga mengaku bangga dan terharu. Menurutnya, SMPN 3 Montasik telah berhasil membuktikan bahwa sekolah negeri di pinggiran pun bisa membuat acara sekelas festival kabupaten.
“Merawat Islam dan melestarikan budaya bukan tugas Dinas Kebudayaan saja, tapi tugas sekolah. Apa yang dilakukan SMPN 3 Montasik hari ini adalah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore itu ditutup dengan doa bersama dan pembagian hadiah untuk para juara lomba. Wajah-wajah ceria, bangga, dan penuh percaya diri terpancar dari para siswa.
Dari Montasik, mereka mengirim pesan untuk seluruh Aceh: Bahasa Aceh belum punah, Islam masih terjaga, dan budaya akan terus lestari di tangan generasi muda.
-Reporter/Pers Media GWI-ACEH Wilayah Aceh : Waka GWI -M.Ali Aceh










