Lapas Lhoksukon Tes Urine 60 Pegawai, Seluruhnya Dinyatakan Negatif Narkoba | GWI.co.id

banner 468x60

BREAKING NEWS : GWI ACEH

Lapas Lhoksukon Tes Urine 60 Pegawai, Seluruhnya Dinyatakan Negatif Narkoba

Gabungnyawartawanindonesia.co.id | ACEH UTARA — Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba kembali ditegaskan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon. Sebanyak 60 pegawai menjalani tes urine mendadak yang digelar di lingkungan Lapas Lhoksukon, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian dari langkah pencegahan sekaligus tindak lanjut atas instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) terkait penguatan komitmen pemberantasan dan pencegahan peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis internal Lapas Lhoksukon yang terdiri dari dokter dan perawat. Seluruh pegawai yang hadir diwajibkan mengikuti pemeriksaan tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan integritas dan profesionalisme jajaran petugas pemasyarakatan.

Dari keseluruhan 63 pegawai, terdapat 60 pegawai yang mengikuti tes urine, termasuk satu pegawai BKO dari Kantor Wilayah. Sementara itu, sejumlah pegawai lainnya tidak mengikuti pemeriksaan karena sedang melaksanakan tugas BKO di Kantor Wilayah dan Bapas Lhokseumawe, serta terdapat satu pegawai yang sedang dalam kondisi sakit.

Hasil pemeriksaan terhadap seluruh pegawai yang menjalani tes urine menunjukkan hasil negatif atau tidak terindikasi menggunakan zat adiktif maupun narkotika.

Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari komitmen institusi dalam memastikan jajaran pemasyarakatan berada dalam kondisi bersih dan berintegritas.

“Tes urine ini merupakan wujud komitmen nyata kami dalam menjalankan instruksi Bapak Dirjenpas untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya di lingkungan pemasyarakatan. Sebelum kita menertibkan warga binaan, kita harus memastikan dulu rumah kita bersih,” ujar Muhidfuddin.

Menurutnya, hasil negatif dari seluruh pegawai yang menjalani pemeriksaan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan. Namun, komitmen tersebut harus terus dipelihara melalui pengawasan dan kedisiplinan seluruh jajaran.

“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan seluruh pegawai dinyatakan negatif. Ini bukti integritas yang harus terus kita jaga bersama demi pelayanan dan pembinaan yang optimal di Lapas Lhoksukon,” tegasnya.

Pelaksanaan tes urine tersebut sekaligus menjadi bentuk penguatan pengawasan internal, sehingga jajaran petugas pemasyarakatan dapat menjalankan tugas secara profesional dalam memberikan pelayanan, pengamanan, serta pembinaan kepada warga binaan.

Dengan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, Lapas Lhoksukon menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemberantasan narkoba sekaligus menjaga marwah dan kredibilitas institusi pemasyarakatan.

-Reporter/Pers Media GWI-ACEH Wilayah Aceh : Wartawan GWI : Abdur

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *