Kontras Aceh Kutuk Penembakan Saat Maulid di Pidie, Desak Investigasi Independen | GWI.co.id

banner 468x60

BREAKING NEWS : GWI ACEH 

Kontras Aceh Kutuk Penembakan Saat Maulid di Pidie, Desak Investigasi Independen

Gabungnyawartawanindonesia.co.id | Aceh | Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mengutuk keras insiden penembakan yang terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (4/11/2026).

Insiden yang diduga dipicu persoalan pengibaran bendera Bulan Bintang tersebut dilaporkan mengakibatkan korban jiwa dan sejumlah warga mengalami luka-luka akibat tembakan.

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, menilai peristiwa tersebut telah mencederai rasa keadilan, keamanan, serta semangat perdamaian yang selama ini dibangun di Aceh.

KontraS Aceh menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang beredar, kericuhan diduga bermula dari pengibaran bendera Bulan Bintang. Informasi tersebut juga menyebutkan adanya dugaan keterlibatan anggota TNI dalam penembakan, meski hingga kini klaim tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen.

KontraS menegaskan, segala bentuk kekerasan bersenjata terhadap warga sipil, terlebih ketika masyarakat sedang mengikuti kegiatan keagamaan, merupakan tindakan serius yang tidak dapat dibenarkan.

Menurut KontraS, apabila persoalan tersebut berkaitan dengan pengibaran bendera Bulan Bintang, penyelesaiannya harus mengedepankan dialog dan mekanisme hukum sesuai peraturan perundang-undangan, termasuk ketentuan kekhususan Aceh dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Persoalan simbol daerah tidak boleh diselesaikan melalui pendekatan keamanan yang berujung pada kekerasan fisik serta jatuhnya korban jiwa dan korban luka,” demikian sikap KontraS Aceh dalam pernyataan tertulisnya.

KontraS juga mengingatkan bahwa tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil bertentangan dengan prinsip penegakan hukum yang berkeadilan serta semangat perdamaian di Aceh.

Menyikapi insiden berdarah tersebut, KontraS Aceh mendesak Komnas HAM, Polri, dan lembaga berwenang lainnya segera membentuk tim investigasi independen dan transparan.Investigasi tersebut dinilai penting untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, motif, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penembakan di Kecamatan Tiro.

Selain itu, KontraS Aceh meminta aparat keamanan menghentikan segala bentuk tindakan represif dalam menangani persoalan sosial maupun simbolik di tengah masyarakat.

KontraS juga menuntut adanya pertanggungjawaban hukum apabila ditemukan penyalahgunaan wewenang oleh aparat, serta mendesak pemerintah menjamin perawatan medis dan pemulihan bagi seluruh warga yang menjadi korban.

KontraS Aceh menilai pengungkapan kasus secara transparan dan penegakan hukum yang adil menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kekerasan serupa sekaligus menjaga perdamaian di Aceh.

Sebelumnya, Perayaan Maulid Nabi di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, berujung ricuh. Insiden yang diduga dipicu persoalan pengibaran bendera Bulan Bintang tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Salah seorang korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Rizal (20), warga Dayah Gampong Baro. Ia dilaporkan mengalami luka tembak dalam insiden tersebut.

-Ali Aceh | Wakaperwil | GWI-ACEH 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *