Kolaborasi Temu Karya Karang Taruna Jadi Penguatan Pengembangan Bukit Vandering sebagai Wisata Budaya

banner 468x60

Bengkayang,gabungnyawartawanindondsia.co.id-Kalbar,– Upaya pengembangan Bukit Vandering di Dusun Semidang Atas semakin menguat setelah adanya sinergi antara hasil diskusi dengan Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat dan hasil Temu Karya Karang Taruna.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi landasan strategis dalam mendorong Bukit Vandering sebagai destinasi wisata berbasis pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam diskusi bersama Bidang Cagar Budaya Disbud Kalbar yang diwakili Kang Tatang Tarsani pada Rabu (22/7/2026), dijelaskan bahwa cagar budaya merupakan peninggalan fisik, seperti bukit, batu, gua, maupun situs bersejarah.

Sementara itu, Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) mencakup nilai-nilai nonfisik, seperti cerita rakyat, ritual adat, lagu tradisional, hingga kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Dari hasil pembahasan tersebut disimpulkan bahwa Bukit Vandering memiliki potensi untuk dikembangkan melalui dua jalur sekaligus, yakni sebagai Cagar Budaya Fisik dan Warisan Budaya Tak Benda, sehingga membuka peluang besar menjadi destinasi wisata budaya yang memiliki nilai edukasi dan sejarah.

Sementara itu, hasil Temu Karya Karang Taruna yang sebelumnya dilaksanakan di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat menegaskan pentingnya peran Karang Taruna sebagai garda terdepan dalam pembangunan desa, termasuk menjaga serta melestarikan potensi sosial dan budaya di daerah.

Berdasarkan dua hasil pembahasan tersebut, muncul gagasan pembentukan Karang Taruna “Vandering Inspirasi Wisata” sebagai motor penggerak pelestarian Bukit Vandering. Peran yang diharapkan antara lain melakukan gotong royong membersihkan kawasan situs, mendokumentasikan sejarah lokal, menghidupkan kembali cerita rakyat Bukit Vandering, hingga menjadi pemandu wisata budaya bagi para pengunjung.

Sebagai tindak lanjut, dirancang sejumlah program nyata yang akan melibatkan Tim Penggerak Peduli Inspirasi (TPPI), Karang Taruna, pemerintah desa, serta Dinas Kebudayaan Provinsi Kalbar.

Program tersebut meliputi inventarisasi data cagar budaya dan WBTB, pelatihan pemandu wisata budaya, penyelenggaraan pentas seni dan budaya lokal, serta pembentukan Tim Pelestari Bukit Vandering melalui Surat Keputusan Kepala Desa.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, diharapkan Bukit Vandering tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga menjadi pusat pelestarian sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan wisata budaya berbasis komunitas.

“Bukit Vandering tidak hanya indah. Berdasarkan arahan Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Bukit Vandering merupakan perpaduan antara Cagar Budaya Fisik dan Warisan Budaya Tak Benda.

Karang Taruna Vandering Inspirasi Wisata berkomitmen menjaga kelestarian situs sekaligus menghidupkan kembali cerita leluhur sebagai bagian dari wisata edukasi yang berkelanjutan,” demikian narasi komitmen yang akan diusung dalam pengembangan kawasan tersebut.

 

Sumber : Ijang Supyadi Kabar Bengkayang

Pewarta : Yohanes Aya

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *