Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Riam Pangar Tuai Polemik, Media Soroti Klarifikasi Sepihak

banner 468x60

Bengkayang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar, – Polemik terkait dugaan penyimpangan material pada proyek Penggantian Jembatan Riam Pangar senilai Rp10,9 miliar terus bergulir. Setelah sebelumnya mencuat hasil investigasi dugaan penggunaan material non-standar, kini muncul pemberitaan lanjutan yang memuat keterangan resmi dari pihak terkait.

Namun, kemunculan berita klarifikasi tersebut justru menuai sorotan. Pasalnya, media yang pertama kali menerbitkan hasil investigasi mengaku tidak pernah dikonfirmasi ataupun diajak melakukan verifikasi bersama terkait bantahan maupun penjelasan resmi yang beredar.

Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan publik mengenai profesionalitas dan keterbukaan informasi dalam pemberitaan proyek yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.

Pihak media investigasi menilai, dalam prinsip jurnalistik seharusnya klarifikasi dilakukan secara berimbang dengan melibatkan pihak-pihak yang sebelumnya mengungkap temuan di lapangan, sehingga informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan kesan sepihak.

“Jika memang ada bantahan atau penjelasan resmi, seharusnya dilakukan secara terbuka dan profesional. Jangan sampai terkesan membungkam atau menutupi fakta-fakta investigasi yang sudah ditemukan di lapangan,” ungkap salah satu tim investigasi.

Sebelumnya, proyek Jembatan Riam Pangar menjadi perhatian setelah muncul dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis, mulai dari besi tulangan, batu agregat, hingga pasir yang diduga berasal dari sumber tanpa izin resmi.

Selain dugaan teknis pekerjaan, publik juga menyoroti pengawasan proyek serta proses pelaksanaan pekerjaan yang dinilai perlu diaudit secara menyeluruh demi menjaga kualitas pembangunan infrastruktur negara.

Sejumlah masyarakat berharap polemik tersebut tidak hanya berhenti pada saling bantah melalui pemberitaan, tetapi juga dibuktikan melalui pemeriksaan teknis independen di lapangan agar fakta sebenarnya dapat diketahui secara jelas.

Hingga kini, isu dugaan material non-standar pada proyek tersebut masih menjadi perhatian publik dan terus menjadi perbincangan di tengah masyarakat Kabupaten Bengkayang.

 

Pewarta : Rinto Andreas

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *