Dr. Junaidi di Kuta Baro: Ketika Amanah, Adab dan Ketegasan Bertemu di Tengah Masyarakat | GWI.co.id

banner 468x60

BREAKING NEWS : GWI ACEH 

Dr. Junaidi di Kuta Baro: Ketika Amanah, Adab dan Ketegasan Bertemu di Tengah Masyarakat

Gabungnyawartawanindonesia.co.id |20 September 2026 | BANDA ACEH – Jabatan boleh berganti, wilayah pengabdian boleh berubah, tetapi satu hal yang tidak boleh bergeser: amanah.

Prinsip itulah yang kini dibawa Iptu Dr. Junaidi, M.S.M., M.H., setelah dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolsek Kuta Baro Polresta Banda Aceh.

Bagi Dr. Junaidi, menjadi Kapolsek bukan sekadar mengenakan atribut jabatan dan menjalankan kewenangan kepolisian. Di balik jabatan tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman, pelayanan yang baik serta kepastian bahwa hukum hadir secara profesional.

Namun ada satu fondasi yang menurutnya tidak boleh ditinggalkan dalam menjalankan tugas: adab dan etika.

“Kualitas itu penting, tetapi ada yang lebih penting, yaitu adab dan etika. Apalagi Polri adalah pelayan masyarakat dan representasi dari negara,” tegas Dr. Junaidi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan awal yang ingin dibawanya dalam menjalankan tugas di wilayah hukum Polsek Kuta Baro.

Tidak Hanya Datang Saat Masalah Terjadi
Dr. Junaidi memandang polisi tidak seharusnya hanya hadir ketika persoalan sudah menjadi perkara.
Kehadiran kepolisian, menurutnya, harus dibangun jauh sebelum gangguan Kamtibmas terjadi.

Caranya melalui komunikasi, silaturahmi dan kemampuan membaca denyut kehidupan masyarakat.

Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perangkat gampong, pemuda dan berbagai unsur masyarakat harus menjadi bagian dari mata rantai pencegahan.

Sebab keamanan tidak lahir hanya dari penegakan hukum. Keamanan juga tumbuh dari kepercayaan.

Karena itu, Dr. Junaidi ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus tetap menjaga profesionalitas institusi kepolisian.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga penyelenggaraan adat dan budaya Aceh.
“Saya mengutamakan silaturahmi dan menjaga penyelenggaraan adat istiadat sesuai dengan budaya Aceh,” ujarnya.

Membaca Kuta Baro dari Persoalan Masyarakat
Menjadi Kapolsek berarti harus mampu membaca wilayah bukan hanya melalui data kriminalitas, tetapi juga melalui persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Dr. Junaidi mengaku selama ini terus mempelajari dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.

Baginya, perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, pola pergaulan dan berbagai persoalan sosial dapat berpengaruh terhadap situasi keamanan dan ketertiban.

Sejumlah persoalan menjadi perhatiannya, termasuk pinjaman online, perjudian daring dan ujaran kebencian.

Ia mengingatkan bahwa persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Saya sangat prihatin akhir-akhir ini masih ada masyarakat yang terlibat dengan pinjol, judi online dan ujaran kebencian,” katanya.

Menurutnya, pencegahan membutuhkan kerja bersama. Polisi memiliki tugas penegakan hukum, sementara keluarga, tokoh agama, masyarakat dan lingkungan memiliki peran dalam membangun daya tahan sosial.

Generasi Muda Jangan Dibiarkan Berjalan Sendiri
Perubahan zaman membawa tantangan yang semakin kompleks.

Generasi muda hidup dalam ruang yang jauh lebih terbuka melalui teknologi digital. Informasi dapat diterima dalam hitungan detik, begitu pula berbagai pengaruh positif maupun negatif.
Karena itu, perhatian terhadap generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga masa depan masyarakat.

Dr. Junaidi juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap sejumlah fenomena sosial yang menurut pandangannya tidak sejalan dengan nilai agama dan budaya masyarakat Aceh, termasuk isu LGBT yang ia nilai bertentangan dengan syariat Islam.

Pandangan tersebut ia tempatkan dalam konteks pentingnya menjaga nilai agama, keluarga dan budaya masyarakat Aceh.

Pada saat yang sama, persoalan sosial tetap harus ditangani secara profesional, berdasarkan ketentuan hukum dan dengan tetap menghormati martabat setiap orang.

Ketegasan Tidak Harus Berjarak
Ada anggapan bahwa ketegasan aparat identik dengan jarak terhadap masyarakat.

Bagi Dr. Junaidi, ketegasan dan kedekatan justru dapat berjalan bersamaan.

Polisi harus mampu bersikap tegas ketika hukum harus ditegakkan, namun tetap humanis ketika masyarakat membutuhkan pelayanan dan perlindungan.

Di situlah adab dan etika menjadi penting.

Tegas bukan berarti kasar. Dekat bukan berarti kehilangan kewibawaan. Humanis bukan berarti lemah.
Ketiganya harus berada dalam satu garis profesionalitas kepolisian.

Dari Amanah Menjadi Pengabdian
Penugasan Dr. Junaidi sebagai Kapolsek Kuta Baro menjadi ruang baru bagi dirinya untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan pengalaman di lingkungan kepolisian serta keterlibatan dalam kehidupan sosial-keagamaan sebagai pembina Balai Pengajian Raudhatul Razaqa, yang dikenal dengan sapaan Waled Rabeu, ia menyadari bahwa tugas di kepolisian memiliki dimensi tanggung jawab yang luas.

Namun, dirinya tidak ingin menjadikan pengalaman tersebut sebagai alasan untuk merasa paling mengetahui persoalan masyarakat.

Sebaliknya, ia menempatkan silaturahmi dan mendengar sebagai bagian penting dalam menjalankan tugas.

“Saya meminta dukungan dan doa seluruh masyarakat. Semoga mampu menjalankan amanah,” ucapnya.
Pesan tersebut sederhana, tetapi memiliki makna besar.

Sebab jabatan pada akhirnya bukan tentang seberapa tinggi posisi seseorang, melainkan seberapa besar tanggung jawab yang mampu ia pertanggungjawabkan kepada institusi, masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa.

Kini, Dr. Junaidi memasuki wilayah pengabdian baru di Kuta Baro.

Masyarakat tentu akan melihat bagaimana gagasan tentang adab, etika, silaturahmi, pelayanan, pencegahan dan ketegasan dalam penegakan hukum itu diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Di situlah amanah seorang Kapolsek akan diuji—bukan melalui banyaknya kata, tetapi melalui kehadiran, pelayanan dan tindakan yang dirasakan masyarakat.

Media GWI  | Kabar dari Aceh (MJ Eric Karno)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *