Bersama KPSBP Group, H. Karji Rintis Langkah Wujudkan Desa Cupang Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan

banner 468x60

Tingkatkan Pendapatan Asli Desa Lewat Agrowisata

Cirebon, gabungnyawartawanindonesia.co.id – Menjalani masa kepemimpinan sebagai Kuwu/Kepala Desa Cupang selama kurang lebih dua tahun, H. Karji bersama seluruh jajaran perangkat desa terus berupaya mengangkat derajat dan kesejahteraan warga. Berkat semangat gotong royong dan kekompakan masyarakat, berbagai pembangunan telah terlaksana, termasuk pembangunan kantor desa baru yang sebelumnya tidak lagi layak digunakan.

Kini, untuk mewujudkan visi Desa Cupang yang Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan, H. Karji berencana menggandeng Koperasi Produsen Salawe Jajar Bumi Pasundan (KPSBP) Group untuk mengembangkan kawasan agrowisata unggulan yang memadukan kekayaan alam, potensi pertanian, serta warisan sejarah dan spiritual.

Berdasarkan keterangannya pada Kamis, 1 Oktober 2026, didampingi Kepala Dusun, Sekretaris BUMDes, serta Ketua BPD – H. Karji menjelaskan alasan memilih bekerja sama dengan KPSBP. Meski koperasi ini tergolong baru, rekam jejak, visi-misi, dan tata kelola lembaganya dinilai patut diandalkan. Di sisi lain, menyusul keterbatasan pendampingan dari Dinas Pariwisata, pihak desa kini menyusun rencana bersama para Ketua RT untuk menyepakati pembangunan fasilitas umum, termasuk tajug dan musala.

“Potensi agrowisata di sini sangat tinggi. Kami berharap KPSBP Group bersinergi membangunnya bersama kami,” ujar H. Karji.

Kedekatan Desa Cupang dengan kawasan industri — termasuk keberadaan pabrik Indocement — menjadi nilai tambah sekaligus peluang tersendiri. Lokasi yang tidak jauh dari pusat kegiatan ekonomi ini dapat membuka akses pasar, mempercepat perputaran ekonomi warga, serta menjadikan agrowisata sebagai alternatif rekreasi sekaligus tempat istirahat bagi masyarakat di sekitar kawasan industri. Hal ini diharapkan turut mendorong kenaikan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Potensi Wilayah: Alam, Luas, dan Letak Strategis

Desa Cupang berada di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, dengan ketinggian wilayah berkisar 110–780 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bagian utara dan tengah berupa dataran rendah landai (110–250 mdpl), sementara kawasan selatan dan barat daya merupakan lereng dan kaki Gunung Ciremai pada ketinggian 500–780 mdpl. Kondisi ini menjadikan desa berudara sejuk, bertanah subur, dan memiliki pemandangan alam yang memukau.

Secara keseluruhan, luas wilayah Desa Cupang mencapai 192,346 hektar, terbagi menjadi kawasan pegunungan di selatan–barat daya serta kawasan dataran yang digunakan sebagai pemukiman, lahan milik Kementerian Kehutanan, dan lahan pertanian produktif.

Batas Wilayah

– Utara: Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon
– Selatan: Desa Kedondong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon
– Barat: Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon
– Timur: Desa Cikeusal, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon

Penggunaan Lahan

– Tanah sawah: 78,42 hektar
– Tanah kering/tegalan: 62,15 hektar
– Pemukiman dan bangunan: 29,70 hektar
– Tanah pegunungan: 18,08 hektar
– Lahan lain (sungai, jalan, kuburan): 3,996 hektar
– Tanah milik Kementerian Kehutanan yang dikelola oleh Perhutani, meliputi RPH–BKPH Ciwaringin, RPH Kepuh, serta RPH–KRPH Luih Munding, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat

Secara administratif, desa terbagi atas 4 dusun, 11 RW, dan 34 RT. Mata pencaharian utama warga bersumber dari pertanian, peternakan, dan perdagangan skala kecil, dengan lahan pertanian dan perkebunan mencapai sekitar 200 hektar.

Kekayaan Wisata dan Warisan Luhur Desa Cupang

Keunggulan Desa Cupang tidak hanya terletak pada kesuburan tanah, melainkan juga kekayaan sejarah dan spiritual yang tersebar di berbagai kawasan, antara lain

✓Petilasan Kanjeng Sunan Bonang

Di perbukitan yang asri dan tenang di Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, berdiri sebuah situs bersejarah yang sangat dihormati masyarakat luas — Petilasan Kanjeng Sunan Bonang.

Tempat keramat ini menempati lahan yang secara administratif merupakan tanah milik Kementerian Kehutanan yang dikelola oleh Perhutani, tepat di kawasan perbukitan hijau dengan udara sejuk, pepohonan rimbun, dan suasana damai — layak menjadi tempat untuk berzikir, bertafakur, serta mengenang jejak dakwah Kanjeng Sunan Bonang. Situs ini juga dikenal sebagai tempat singgah Sunan Bonang bersama Sunan Gunung Jati saat menyebarkan Islam ke arah selatan, yang hingga kini masih dikunjungi warga untuk berziarah.

Sunan Bonang adalah salah satu anggota Wali Songo yang gigih menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa dengan cara yang lembut, penuh kasih sayang, dan menyatu dengan budaya masyarakat. Kehadiran petilasan ini menjadi bukti nyata jejak perjuangan beliau di wilayah Cirebon dan sekitarnya, serta menjadi warisan spiritual yang dijaga dengan baik oleh warga sekitar.

Masyarakat setempat senantiasa menjaga kebersihan, ketenangan, dan kehormatan tempat ini. Meskipun berada di tanah pengelolaan Perhutani, kerja sama antara warga, juru kunci, dan instansi terkait terus dijalin agar situs ini tetap terawat, aman, dan dapat dikunjungi oleh siapa saja yang hendak berziarah dengan niat tulus.

Semoga Desa Cupang — tempat yang berada di ujung barat Kabupaten Cirebon ini — senantiasa diberkahi, menjadi pengingat akan luhurnya ajaran para Wali, dan menjadi sumber ketenangan bagi setiap orang yang berkunjung.

√ Wisata Alam Batu Lawang

Tebing batu andesit alami berbentuk seperti pintu gerbang raksasa — bekas kawasan tambang yang kini direncanakan dikembangkan menjadi destinasi wisata lengkap dengan jalur pendakian dan titik pemandangan indah. Kawasan Gunung Jaya menyatukan Petilasan Kanjeng Sunan Bonang dan Batu Lawang menjadi satu kesatuan kawasan wisata bernilai tinggi.

√ Situs dan Potensi Lainnya

– Buyut Supa Cadas Ngampar
– Agro Bisnis Pertanian Blok Tegal Panganan
– Buyut Raksawana
– Situs Surangga–Suranggi
– Buyut Sira Dipa
– Buyut Depok
– Buyut Sepuh Sela Badra
– Bukit Golek / Gunung Kunir — menawarkan panorama alam yang memukau

Pembangunan akses jalan menjadi prioritas penting. Jalan penghubung dari arah Majalengka melalui Desa Walahar menuju Desa Cupang, serta jalur yang menghubungkan ke Kecamatan Ciwaringin, memerlukan perbaikan dan peningkatan agar aksesibilitas wisata terjamin. Meski membutuhkan biaya besar, perbaikan jalan ini menjadi kunci agar potensi desa dapat dijangkau lebih luas.

Langkah Bersama Menuju Kesejahteraan yang Merata

Di penghujung perbincangannya, H. Karji menegaskan bahwa setiap langkah pembangunan senantiasa berlandaskan kekompakan dan semangat gotong royong warga.

“Agrowisata yang memadukan kebun Perhutanan, pertanian, keindahan alam, serta nilai sejarah dan kearifan leluhur pasti akan menjadi sesuatu yang unik dan disukai banyak orang,” ujarnya.

Dengan kerja sama KPSBP Group, diharapkan rencana ini segera terwujud — membawa Desa Cupang semakin maju, kehidupan warga semakin sejahtera, dan pembangunan berjalan adil serta merata bagi semua tanpa terkecuali. Agrowisata ini dirancang tidak sekadar objek wisata, melainkan penggerak ekonomi warga: menyerap tenaga kerja lokal, memasarkan hasil tani dan kerajinan masyarakat, menjaga kelestarian alam, serta tetap menghormati nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

(Hans/tim)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *