LEBAK, Gabungnyawartawanindonesia.co.id
King Naga Ketua LSM GMBI Distrik Lebak menyampaikan kekecewaan mendalam dan menyesalkan absennya Bupati dan Wakil Bupati Lebak dalam Rapat Paripurna yang digelar hari ini, Senin, 28 September 2026. Ketidakhadiran kedua pimpinan daerah tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap agenda krusial yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Padahal, Rapat Paripurna ini agenda yang sangat penting untuk kepentingan pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat Lebak. King Naga menilai, ketidakhadiran kepala daerah dan wakilnya mencerminkan kurangnya komitmen dan keseriusan dalam mengawal program-program strategis yang dibutuhkan masyarakat saat ini.
“Kami sangat menyayangkan sikap Bupati dan Wakil Bupati Lebak yang tidak hadir dalam Rapat Paripurna hari ini dengan alasan ada kegiatan lain. Ini bukan sekadar rapat formalitas, melainkan forum tertinggi untuk memutuskan arah pembangunan dan nasib rakyat Lebak. Ketidakhadiran mereka menunjukkan lemahnya prioritas terhadap kepentingan publik,” tegas King Naga dalam pernyataan resminya.
King Naga mengingatkan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat menentukan percepatan pembangunan di Kabupaten Lebak. Ketika pimpinan daerah tidak hadir dalam momentum penting seperti ini, jalannya pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada masyarakat berpotensi terhambat.
Melalui rilis ini, King Naga mendesak Bupati dan Wakil Bupati Lebak untuk memberikan klarifikasi terbuka terkait alasan ketidakhadiran mereka. King Naga juga menuntut komitmen nyata dari jajaran eksekutif ke depan agar selalu memprioritaskan kepentingan rakyat di atas agenda lainnya.
(Jamal)










