PASIEN SAKIT BERAT, RSUD BANTEN DITAGIH ONGKOS AMBULANCE RP2,2 JUTA OLEH KLINIK PUSKESMAS SADANG CIBALIUNG, PIHAK KLINIK SEBUT SESUAI PERDA

banner 468x60

PANDEGLANG SELATAN, BANTEN -Gabungnya Wartawan Indonesia Urusan nyawa! Pasien RSUD Banten asal Pandeglang Selatan dalam kondisi kritis, pakai oksigen, monitor ICU, justru keluarga terus ditagih ongkos ambulance Rp2,2 Juta oleh Klinik Puskesmas Sadang, Cibaliung.

 

Pasien RSUD Banten, ditagih Rp2.200.000 termasuk EKD.

 

Konfirmasi: Rabu 7 Okt 2026 jam 14.11 WIB, Dr Dewi (DW) Klinik Puskesmas Sadang Cibaliung ke GWI Baron/M.S akui tarif. Katanya sesuai Perda, lintas luar kabupaten dikali 2. Rekaman 3 menit ada.

 

DW bilang: “Kalau keluarga belum ada duit yang penting konfirmasi saja, yang piket kasihan taunya beres.”

 

Klarifikasi Dr Dewi jam 15.39 WIB: “Maaf kami lebih mementingkan nyawa pasen dibanding bayar ambulan”

 

GWI Jawab: Klarifikasi dihargai. Tapi fakta lapangan: pasien lagi kritis di RSUD Banten (foto bukti ada, wajah blur UU PDP) malah terus di-BL tagih ongkos oleh Klinik Puskesmas Sadang Cibaliung. Mana utamakan nyawa?

 

Ini bukan soal Perda. Ini soal nyawa dan kemanusiaan. UU Kesehatan 36/2009 yang telah di ganti oleh undang No 17 tahun 2023 tentang kesehatan, bilang pelayanan harus terjangkau dan humanis.

 

Pendapat GWI ke Dinkes & Bupati Pandeglang:

Buka Perda nomor berapa? Tempel tarif resmi di Klinik Puskesmas Sadang Cibaliung!

Mana kuitansi resmi Rp2,2 Juta?

Stop tagih pasien yang lagi mengalami sakit berat Sementara

Sumber yang di rangkum oleh awak media bukan hanya satu orang saja yang ngeluh oleh tarif ambulance,

Kelurga pasien sebelum nya pun yang lain sama halnya ,

 

memang kelurga pasien konfirmasi ke awak media setelah awak media melakukan konfirmasi ke pihak klinik, katanya tidak usah di masalah kan karena kami pusing nunggu keluarga yang lagi sakit, ujar salasatu kelurga pasien,

 

Namun Media punya pungsi kontol, bukan di masalah kan atau tidak ini akses kesehatan perlu ada pengawasan dari pihak terkait, sehingga tarif ambulance bisa terjangkau dengan baik oleh keluarga kurang mampu,

Gabungnya wartawan indonesia GWI’ mengedepankan asas praduga tak bersalah,serta terbuka untuk klarifikasi atau hak jawab pihak terkait,

Namun pengawasan perlu di tingkatkan ujar ”

Baron / M.S – GWI

Red’

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *