GEMPARKANBANTEN Menyapa Cikulur, Forwatu Banten Ajak Warga Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Dini

banner 468x60

LEBAK,Gabungnyawartawanindonesia.co.id

Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai kegiatan Aksi Peduli Lingkungan (APEL) yang digelar Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten di Kampung Bahbul, Desa Cikulur, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan GEMPARKANBANTEN (Gerakan Membersihkan Parit dan Selokan) yang digagas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten. Melalui kegiatan ini, Forwatu Banten mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, menjaga kelancaran saluran air, serta menanamkan kebiasaan hidup bersih kepada anak-anak sejak usia dini.

Aksi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan membersihkan selokan, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, warga, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur pemerintah dan aparat setempat.

Anak-anak dan Pelajar Turun Langsung Membersihkan Selokan

Suasana kebersamaan terlihat ketika anak-anak Kampung Bahbul bergotong royong mengangkut sampah yang berhasil diambil dari dalam selokan. Dengan menggunakan gerobak, mereka membawa tumpukan sampah berupa dedaunan dan ranting yang sebelumnya berada di saluran air.

Anak-anak tersebut tampak saling membantu dalam proses pengangkutan sampah. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting dari upaya menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibiasakan sejak dini.

Kegiatan itu juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Sejumlah warga secara sukarela keluar dari rumah dan ikut membersihkan selokan di depan tempat tinggal masing-masing.

Tanpa harus menunggu instruksi khusus, warga bergerak bersama membersihkan lingkungan sekitar. Semangat tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan dapat tumbuh melalui kesadaran bersama dan contoh nyata di tengah masyarakat.

Tidak hanya warga dan anak-anak, sejumlah siswa SMA Negeri 1 Cikulur turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Para pelajar ikut membantu sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Partisipasi berbagai kelompok usia itu diharapkan dapat membangun kebiasaan positif, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga saluran air tetap bersih, serta melakukan kerja bakti secara rutin.

Kepala BPBD Provinsi Banten Tekankan Pentingnya Kebersihan Saluran Air

Kegiatan APEL di Kampung Bahbul dihadiri Kepala BPBD Provinsi Banten, Drs. Lutfi Mujahidin, M.Si., jajaran pengurus Forwatu Banten, unsur aparat penegak hukum dari Polsek Cikulur, aparatur pemerintah kecamatan dan desa, para ketua RT se-Kampung Bahbul, serta siswa-siswi SMA Negeri 1 Cikulur.

Dalam sambutannya, Lutfi Mujahidin menjelaskan bahwa GEMPARKANBANTEN merupakan gerakan yang mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam membersihkan parit dan selokan di lingkungan masing-masing.

“GEMPARKANBANTEN sebenarnya adalah sebuah akronim yang memiliki makna mendalam, yaitu GERAKKAN MEMBERSIHKAN PARIT DAN SELOKAN. Ini bukan sekadar nama yang terdengar indah, tetapi sebuah seruan nyata untuk kita semua,” ujarnya.

Menurut Lutfi, saluran air yang tersumbat sampah dapat menghambat aliran air hujan dan meningkatkan risiko genangan hingga banjir, terutama apabila kondisi tersebut tidak ditangani secara rutin.

Ia menilai, upaya menjaga kebersihan saluran air perlu dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Parit dan selokan yang tersumbat oleh sampah adalah penyebab utama banjir di banyak titik di Banten. Jika parit dan selokan kita bersih dan lancar, maka air hujan akan mengalir dengan baik dan tidak akan meluap ke permukiman warga,” katanya.

Lutfi juga menyampaikan apresiasi kepada Forwatu Banten yang telah menggerakkan warga dan pelajar untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi inisiatif Forwatu Banten yang telah menggerakkan masyarakat, warga, hingga pelajar untuk ikut serta. Menjaga kebersihan parit dan selokan bukan tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita semua. Mulai dari rumah masing-masing, mulai dari lingkungan sekitar kita,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat semakin menyadari bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko banjir dan menciptakan kawasan permukiman yang lebih sehat.

Forwatu Banten Konsisten Gelar Aksi Peduli Lingkungan

Sementara itu, Presidium Forwatu Banten menyampaikan bahwa gerakan GEMPARKANBANTEN sejalan dengan kegiatan sosial APEL yang telah beberapa kali dilaksanakan oleh organisasinya.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui kegiatan nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar menjadi program sesaat.

“GEMPARKANBANTEN seirama dengan Giat Sosial APEL (Aksi Peduli Lingkungan) yang sudah berkali-kali dilaksanakan oleh Forwatu Banten. Sebelumnya, APEL juga kita lakukan di Kadubumbang yang melibatkan warga, BLUD Puskesmas Cimanuk, serta dinas-dinas terkait,” ujar Presidium Forwatu Banten.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan di sejumlah wilayah merupakan bagian dari upaya membangun keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar program sesaat, melainkan komitmen nyata yang terus kita jalani bersama masyarakat,” lanjutnya.

Forwatu Banten berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Salah satunya melalui kerja bakti, pembersihan saluran air secara berkala, serta membangun kesadaran untuk mengelola sampah dengan baik.

Agus Sugianto Wibowo: Perubahan Dimulai dari Kesadaran Warga

Koordinator GEMPARKANBANTEN sekaligus Humas Forwatu Banten, Agus Sugianto Wibowo, mengungkapkan bahwa kegiatan kali ini memiliki makna khusus bagi dirinya karena berlangsung di Kampung Bahbul, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

Ia mengaku terharu melihat anak-anak, warga, dan pelajar tergerak untuk ikut serta dalam kegiatan membersihkan lingkungan.

“Saya pribadi merasa terharu. Kegiatan ini berlangsung tepat di tempat saya lahir dan dibesarkan. Melihat anak-anak kampung, warga yang tanpa komando ikut bergerak, serta para pelajar yang tergerak hadir, inilah makna sesungguhnya dari GEMPARKANBANTEN. Perubahan dimulai dari kesadaran hati setiap warga,” ujar Agus.

Menurut Agus, kepedulian terhadap lingkungan sebaiknya ditanamkan sejak anak-anak agar mereka terbiasa menjaga kebersihan dan memahami pentingnya lingkungan yang sehat.

Ia juga menilai bahwa perubahan tidak harus dimulai dari wilayah perkotaan atau melalui program berskala besar. Lingkungan desa dan kampung dapat menjadi titik awal untuk membangun kebiasaan positif melalui keterlibatan masyarakat.

Melalui kegiatan di kampung halamannya tersebut, Agus berharap semangat gotong royong dapat terus tumbuh dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Lebak maupun daerah lainnya di Provinsi Banten.

Gotong Royong sebagai Langkah Nyata Mengurangi Risiko Banjir

Kegiatan GEMPARKANBANTEN di Kampung Bahbul menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan saluran air membutuhkan perhatian dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

Sampah yang menumpuk di parit dan selokan berpotensi menghambat aliran air. Karena itu, pembersihan rutin, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, serta kepedulian terhadap kondisi drainase menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan permukiman.

Selain membersihkan saluran air, edukasi kepada anak-anak dan pelajar juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan untuk jangka panjang. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi antara BPBD Provinsi Banten, Forwatu Banten, pemerintah setempat, aparat, pelajar, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga lingkungan serta meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan risiko bencana.

Melalui kegiatan APEL, Forwatu Banten menegaskan pentingnya memulai perubahan dari lingkungan terdekat. Membersihkan selokan di depan rumah, tidak membuang sampah sembarangan, dan mengajak anak-anak mencintai lingkungan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten.

Dengan semangat GEMPARKANBANTEN, masyarakat Kampung Bahbul diajak untuk terus menjaga kebersihan dan memperkuat budaya gotong royong. Harapannya, gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan satu hari, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan lebih siap menghadapi risiko banjir.

Jamal

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *