Lebak – Gabungnyawartawanindonesia.co.id
Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten) menyatakan sikap mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun menolak rencana penerapan pola prasmanan di lingkungan sekolah.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan Forwatu Banten dalam kegiatan yang digelar di Sekretariat Forwatu Banten, Rabu (7/10/2026).
Forwatu menilai program MBG merupakan program penting yang harus terus didukung. Namun, pola penyajian makanan secara prasmanan di sekolah dinilai berpotensi mengganggu waktu belajar siswa dan mengurangi efektivitas kegiatan belajar mengajar.
Forwatu Banten juga menyoroti rencana penyajian makanan di ruang terbuka. Menurut mereka, aspek kenyamanan, kebersihan, serta kualitas menu harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan program MBG.
Dalam pernyataan sikapnya, Forwatu menegaskan bahwa hak belajar anak harus ditempatkan di atas segala kepentingan lainnya.
“Dukung program MBG lebih praktis dan layak,” menjadi salah satu poin yang disampaikan Forwatu Banten.
Selain itu, Ketua Forwatu Banten , Arwan , meminta agar pelaksanaan MBG memberikan ruang kepada para guru untuk tetap fokus menjalankan tugas mengajar, tanpa terbebani dengan proses pembagian makanan kepada para siswa , ia juga meminta untuk mengkaji ulang peraturan pola prasmanan tersebut.
Forwatu juga meminta agar jumlah pekerja yang telah dipersiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperhatikan dan dioptimalkan untuk melakukan proses pengepakan makanan.
Dengan demikian, menurut ketua Forwatu, program MBG tetap dapat berjalan secara maksimal tanpa mengurangi waktu belajar maupun mengganggu aktivitas pendidikan di sekolah.
Forwatu Banten menegaskan bahwa sikap penolakan terhadap pola prasmanan bukan berarti menolak program MBG. Sebaliknya, Forwatu menyatakan mendukung program MBG dengan pola pelaksanaan yang lebih praktis, layak, dan tidak mengganggu proses belajar siswa.
(Jamal)










