LEBAK, Gabungnyawartawanindonesia.co.id
Jauhnya jarak dan medan yang sulit dijangkau tidak menyurutkan semangat Tim Agen Perlinsos Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten. Elis Setiawati, selaku Tim Khusus Agen Perlinsos Forwatu Banten, terlihat berdiri bersama Ibu Astiah, salah seorang warga lansia, di depan rumah sederhananya yang beratap rumbia. Dalam kunjungan ini, Elis juga ditemani oleh Saiman, pengurus baru Forwatu Banten yang baru saja ditetapkan menjabat sebagai Pengurus Bidang Sosial Kemasyarakatan.
Elis berdomisili di Yudha Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang menempuh perjalanan sekitar 3 jam satu arah untuk sampai ke lokasi. Meski jauh, ia tetap hadir memenuhi permintaan rekan sesama pengurus, Oni, yang menyampaikan bahwa warga di wilayah tersebut membutuhkan pendampingan.
“Jarak tak menjadi soal. Di lokasi ini belum ada yang menjadi agen Perlinsos, jadi saya ditugaskan oleh Presidium Forwatu Banten untuk fokus mengurus ini disaat masyarakat membutuhkan penjelasan. Makanya saya yang domisilinya jauh ini tetap hadir,” ujar Elis dengan tulus.
*Datangi Langsung, Pastikan Tepat Sasaran*
Di lokasi, Elis memverifikasi kondisi warga secara langsung mencatat kondisi tempat tinggal, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, dan kebutuhan sosial. “Kami tidak sekadar mengisi data dari kantor. Kami datang, kami lihat sendiri, kami bicarakan langsung dengan warga. Sehingga data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan warga yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan,” tambahnya.
*Ucapan Tulus dari Warga*
Ibu Astiah menyampaikan rasa terima kasihnya dengan tulus:
“Haturnuhun Ibu. Selama ieu kami can pernah meunang bantuan. Sugan ku Ibu di data, kami meunang bantuan ka hareup.”
Terjemahan: “Terima kasih Ibu. Selama ini kami belum pernah mendapat bantuan. Semoga dengan Ibu mendata kami, kami bisa mendapat bantuan di masa mendatang.”
Ucapan sederhana namun menyentuh ini menjadi pengingat bagi tim bahwa kehadiran mereka sangat berarti bagi warga di daerah terpencil. Harapan Ibu Astiah adalah harapan warga lainnya bahwa kehadiran tim bukan sekadar mendata, tetapi menjadi jembatan agar mereka tidak lagi terabaikan.
*Komitmen Jangkau Seluruh Penjuru Banten*
Saiman, Pengurus Bidang Sosial Kemasyarakatan Forwatu Banten, menyampaikan bahwa pendataan ini akan terus berjalan: “Kami tidak akan berhenti di sini. Selama masih ada warga yang belum terdata dan belum terbantu, kami akan terus bergerak mendatangi mereka. Setiap warga berhak diperhatikan, di mana pun mereka tinggal.”
Forwatu Banten menegaskan pendataan di Kampung Cigembor hanyalah awal. Keadilan sosial tidak boleh hanya dirasakan di kota besar harus sampai ke warga yang tinggal di pelosok paling jauh sekalipun.
Jamal










