Yayasan CDA Apresiasi Langkah Mualem Temui Prabowo, Desak Kepastian Hukum Tiga Persoalan Strategis Aceh | GWI.co.id

banner 468x60

BREAKING NEWS : GWI ACEH 

Yayasan CDA Apresiasi Langkah Mualem Temui Prabowo, Desak Kepastian Hukum Tiga Persoalan Strategis Aceh

Gabungnyawartawanindonesia.co.id | BANDA ACEH — Yayasan Cakra Donya Atjeh (CDA) mengapresiasi langkah Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), menemui Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/11/2026), untuk menyampaikan sejumlah persoalan strategis yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat.

Bendahara Umum Yayasan CDA, Mustafarudin (Nyak Din), mengatakan pertemuan tersebut merupakan langkah penting dalam memperjuangkan kepastian hukum terhadap tiga persoalan mendesak Aceh, yakni keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus), penyelesaian persoalan Bendera Aceh, serta status tanah wakaf Lapangan Blang Padang.

Menurutnya, pemerintah pusat perlu segera memberikan kejelasan terhadap ketiga persoalan tersebut agar tidak terus berkembang menjadi polemik dan ketegangan di tengah masyarakat.

“Langkah Gubernur Aceh menghadap langsung Presiden Prabowo merupakan upaya positif. Kami berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian hukum terhadap tiga persoalan ini sehingga masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian,” ujar Nyak Din.

Ia mengingatkan bahwa Aceh merupakan daerah bekas konflik yang masih menyimpan berbagai persoalan sosial dan trauma masa lalu. Pengalaman masyarakat yang pernah menjadi korban konflik, termasuk mereka yang pernah berstatus tahanan politik maupun narapidana politik, perlu menjadi perhatian dalam setiap pengambilan kebijakan dan penyelesaian persoalan di Aceh.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog, pendekatan persuasif, serta sikap saling menghormati. Menurutnya, ketidakpastian hukum tidak boleh berkembang menjadi gesekan sosial yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Nyak Din juga mengimbau seluruh pengurus Yayasan CDA di tingkat kabupaten/kota, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersama-sama meredam situasi, tidak mudah terprovokasi, dan menjaga keamanan serta ketertiban.

Ia berharap pemerintah pusat segera menghadirkan penyelesaian yang adil dan berkepastian hukum terhadap persoalan Bendera Aceh, Blang Padang, dan Dana Otsus. Pada saat yang sama, masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan keberlanjutan perdamaian Aceh.

“Yang kita inginkan adalah Aceh yang aman, damai, dan sejahtera. Mari kita jaga persaudaraan serta membangun daerah ini dengan semangat kebersamaan,” tutup Nyak Din.

Sementara itu, Humas Yayasan CDA, Herman, menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban dalam situasi ketegangan di Aceh. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menjaga persaudaraan dan perdamaian.

Herman juga mengingatkan masyarakat agar menghormati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan meneladani akhlak Rasulullah, terutama dalam menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, dan menghindari permusuhan.

Dalam pesannya, Herman menyinggung kisah Abu Lahab, paman Nabi Muhammad SAW, yang dalam riwayat populer disebut pernah bergembira atas kelahiran Rasulullah. Meski riwayat mengenai keringanan siksa Abu Lahab setiap hari Senin masih diperselisihkan di kalangan ulama, Herman menilai kisah tersebut dapat menjadi bahan renungan bagi umat Islam.

“Jangan sampai kita justru lebih buruk daripada Abu Lahab dalam menyikapi kelahiran Rasulullah. Kecintaan kepada Nabi harus diwujudkan melalui akhlak yang baik, menjaga kedamaian, dan mempererat persaudaraan,” tegasnya.

Yayasan CDA berharap pertemuan Mualem dengan Presiden Prabowo tidak berhenti sebagai komunikasi politik semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret untuk memberikan kepastian hukum dan menyelesaikan berbagai persoalan strategis Aceh.

CDA juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana damai dan kondusif agar pembangunan serta peningkatan kesejahteraan Aceh dapat terus berjalan.

Aceh Beu Makmue, Rakyat Beu Carong, Agama Beu Kong, Belanja Beuna.

-Mj Eric Karno | Kaperwil | GWI-ACEH 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *