SERANG, 18 SEPTEMBER 2026 —Gabungnya Wartawan Indonesia.co.id-BEM SI Rakyat Bangkit menggelar diskusi publik di Kampus 2 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dengan melibatkan sembilan organisasi BEM lintas perguruan tinggi sebagai bentuk konsolidasi mahasiswa dalam mengawal persoalan daerah dan nasional.
Diskusi tersebut menyoroti sejumlah isu strategis, antara lain:
1. Dugaan tambang ilegal dan kerusakan lingkungan di Banten.
2. Konflik agraria, reforma agraria, serta perlindungan hak petani dan nelayan.
3. Penyelesaian pelanggaran HAM, momentum September Hitam, dan dugaan represivitas aparat.
4. Evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
5. Transparansi penggunaan APBD/APBN serta pengawasan terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran.
Koordinator BEM SI Rakyat Bangkit, Muhammad Syahid, menegaskan bahwa diskusi tersebut bukan sekadar forum penyampaian kritik, melainkan langkah mahasiswa untuk mendorong penyelesaian persoalan masyarakat secara objektif, transparan, dan berdasarkan data.
“Mahasiswa tidak boleh diam ketika kepentingan rakyat terancam. Kami tidak mencari kegaduhan, tetapi menuntut keterbukaan, keadilan, dan tanggung jawab pemerintah. Kritik harus dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegas Syahid.
Melalui forum ini, BEM SI Rakyat Bangkit mendesak pemerintah dan lembaga terkait membuka ruang dialog, mengevaluasi kebijakan, menindaklanjuti dugaan pelanggaran sesuai hukum, serta menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
BEM SI RAKYAT BANGKIT
Bergerak Kritis, Mengawal Demokrasi, dan Memperjuangkan Kepentingan Rakyat.











