Polisi Peduli Pendidikan, Dr. Junaidi Menanam Nilai Qur’ani dan Membina Karakter Generasi Muda di Aceh Besar | GWI.co.id

banner 468x60

BREAKING NEWS : GWI ACEH 

Polisi Peduli Pendidikan, Dr. Junaidi Menanam Nilai Qur’ani dan Membina Karakter Generasi Muda di Aceh Besar

Gabungnyawartawanindonesia.co.id | ACEH BESAR — Membangun masa depan bangsa tidak cukup hanya dengan menjaga keamanan, tetapi juga membutuhkan kepedulian dalam mendidik, menanamkan akhlak, dan membimbing generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.


Semangat itulah yang tercermin melalui peran Iptu Dr. Junaidi, M.S.M., M.H., Kapolsek Kuta Baro, yang juga menjadi pembina Balai Pengajian Raudhatul Razaqa, di Kompleks Bharadaksa, Gampong Rabeu, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Di tengah anak-anak yang duduk tertib mengikuti kegiatan pengajian, kehadiran sosok polisi di lingkungan pendidikan agama menghadirkan pesan bermakna: bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak semata-mata berbicara tentang hukum dan keamanan, tetapi juga tentang kepedulian, keteladanan, serta masa depan generasi penerus bangsa.

Bukan Sekadar Menjaga Keamanan, tetapi Menanamkan Kebaikan
Melalui pendekatan humanis, pembinaan di lingkungan balai pengajian menjadi ruang untuk menumbuhkan nilai keimanan, kedisiplinan, rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama.

Pendidikan agama sejak dini merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter anak. Ilmu yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga tercermin dalam perilaku, tutur kata, dan kehidupan sehari-hari.

Di sinilah makna Polisi Peduli Pendidikan menemukan relevansinya. Kehadiran polisi di tengah lingkungan pengajian menjadi gambaran bahwa membangun masyarakat yang aman perlu berjalan beriringan dengan pembinaan moral dan penguatan karakter.


Membangun Generasi, Menjaga Masa Depan
Sebagai Kapolsek Kuta Baro, peran Dr. Junaidi dalam mendukung pembinaan di lingkungan balai pengajian menjadi bagian dari pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Sinergi antara kepolisian, lembaga pendidikan keagamaan, tokoh masyarakat, dan keluarga memiliki arti penting dalam membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki rasa tanggung jawab.

Sebab, keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui kehadiran aparat, tetapi juga melalui tumbuhnya kesadaran, kepercayaan, dan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.

Dari Balai Pengajian Raudhatul Razaqa, sebuah pesan sederhana mengemuka: menjaga generasi hari ini berarti ikut menjaga masa depan Indonesia.


Ketika polisi hadir untuk membina, pendidikan agama menguatkan akhlak, dan masyarakat ikut mengambil peran, di situlah pengabdian menemukan makna yang sesungguhnya.

GWI ACEH | MJ Eric Novi Karno

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *