Gubernur Jawa Tengah menunjuk Wakil Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Benny atau yang akrab disapa Lindha Benny, sebagai pelaksana Tugas ( plt) Bupati Klaten setelah Bupati Hamenang Wajar Ismoyo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).
Pada hari pertama menjalankan tugas sebagai plt. Bupati, Lindha menggelar rapat koordinasi ( rakor) dengan seluruh kepala organisasi perangkat daerah ( OPD) dan camat diruang rapat Sekretariat Daerah ( Setda) Klaten, Senin(19/10/2026).
Ditemui seusai rakor, Lindha menjelaskan pertemuan yang melibatkan seluruh pimpinan OPD tersebut digelar untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, terutama dalam hal administrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang jelas memastikan bahwa administrasi harus terus berjalan dab pelayanan masyarakat juga harus tetap berjalan, tidak boleh terhambat apa pun kondisinya. Harus selalu melayani dengan sebaik- baiknya dan seproduktif ,” jelas Lindha.
Dalam rakor tersebut Lindha memberikan motivasi sekaligus meminta seluruh OPD tetapbmenjalankan tugas dan fungsu masing- masing serta melaksanakan program yang telah direncanakan sebelumnya.
“Jadi, mau bagaimana juga, enggak bisa permasalahan ini jadi permasalahan utama untuk menghambat pelayanan di masyarakat,” ungkap Lindha.
Lindha mengatakan kewenangan plt, Bupati sangat terbatas. Oleh karena itu, dia memastikan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus dilakukan untuk mendukung keberlangsungan pemerintah di Kabupaten Klaten.
“Dari Provinsi juga sudah menyampaikan secara terbuka siap memberikan dukungan apa pun nanti yang dibutuhkan. Kami prinsipnya tetap harus menjalankan apa yang sudah menjadi peraturan. Jadi tidak boleh lepas dari regulasi yang memang sudah ditetapkan ,” ungkap Lindha.
Dia juga berharap masyarakat Klaten tetap menjaga situasi kondusif serta merasakan keamanan, kenyamanan, dan ketengangan di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Sebulmnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan ( OTT) di Klaten pada Kamis (15/10/2026). Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sekitar 20 orang, termasuk sejumlah aparatur sipil negara ( ASN), pihak swasta dan Bupati Klaten.
Setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Polresta Klaten, sembilan orang di bawa ke Gedung Merah Putih KPK pada Kamis malam. Mereka terdiri atas Bupati Hamenang, ASN, pihak swasta, serta seorang pejabat dari Badan Pemeeiksa Keuangan (BPK).
pada Jumat(16/10/2026), KPK menggelar konferensi pers da mengumumkan tiga tersangka dalam perkara dugaan korupsi tersebut. Mereka adalah Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta pihak swasta bernama Amin Wahyu Utomo.
KPK mengungkap lima klaster dugaan korupsi dalam perkara tersebut. Kelima klaster itu meliputi pengadaan barang dan jasa, perizinan, upah pungut, setoran dari organisasi perangkat daerah( OPD) atau satuan kerja perangkat daerah ( SKPD), serta pemberian kepada pihak BPK yang diduga berkaitan dengan pengondisian audit,” jelas Lindha!
Tim” Ar/Ms
Red










