BREAKING NEWS : GWI ACEH
Dari Sabang ke Abdya, Teknologi Air Minum Naik Kelas : Tirta Aneuk Laot Dampingi Pengembangan SIG Perumdam Tirta Abdya
Gabungnyawartawanindonesia.co.id | 17 SEPTEMBER 2026 | SABANG — Penguatan pelayanan air minum di Aceh memasuki babak baru. Bukan hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga lewat penguatan teknologi, data dan kapasitas sumber daya manusia.
Langkah itu ditandai dengan resmi terjalinnya kerja sama antara Perumdam Tirta Abdya Kabupaten Aceh Barat Daya dan Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabang dalam pendampingan penyusunan dan pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut ditandatangani pada Selasa malam, 15 September 2026, di Ruang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Sabang.
Kerja sama ini lahir dari kebutuhan Perumdam Tirta Abdya untuk memodernisasi pemetaan jaringan air minum yang sebelumnya masih mengandalkan metode konvensional. Di sisi lain, Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang telah lebih dahulu menerapkan SIG dalam operasionalnya sehingga memiliki pengalaman teknis yang dapat ditransfer melalui proses pendampingan.
Bukan Sekadar Kerja Sama, tetapi Transfer Pengetahuan
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Sabang sekaligus Dewan Pengawas Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Perumdam Tirta Abdya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar penerapan sebuah sistem teknologi. Kerja sama ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring antarbadan usaha daerah sektor air minum di Aceh.
“Kami menyambut baik dan merasa terhormat atas kepercayaan Perumdam Tirta Abdya untuk belajar bersama kami. Ini bukan hanya soal berbagi teknologi, tetapi juga soal membangun jejaring dan solidaritas antar perusahaan daerah air minum se-Aceh.”
Rinaldi berharap pendampingan dapat berlangsung secara berkesinambungan dan tidak berhenti pada momentum penandatanganan dokumen.
Pemerintah Kota Sabang, lanjutnya, mendukung kolaborasi tersebut karena sejalan dengan semangat penguatan pelayanan publik berbasis data dan teknologi informasi.
Riza Ariffiandi: Sinergi untuk Menjawab Tuntutan Zaman
Direktur Perumdam Tirta Abdya Kabupaten Aceh Barat Daya, SM Riza Ariffiandi, menegaskan bahwa PKS tersebut bukan formalitas administratif.
Bagi Perumdam Tirta Abdya, kerja sama itu merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan teknologi informasi dan kapasitas internal.
“Bagi kami, kerja sama ini bukan sekadar kegiatan penandatanganan dokumen, tetapi merupakan bentuk nyata dari semangat sinergi, berbagi pengetahuan, dan peningkatan kapasitas antar Perumdam dalam menghadapi tuntutan pengelolaan perusahaan yang semakin membutuhkan dukungan teknologi informasi.”
Riza berharap transfer knowledge antara kedua perusahaan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, hasil pendampingan tidak hanya menjadi sistem yang digunakan, tetapi dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang atas kepercayaan dan kesempatan membangun kerja sama dalam penyusunan serta pengembangan SIG.
Eddy Husnizal: Data Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan
Direktur Perumda Tirta Aneuk Laot Kota Sabang, Eddy Husnizal, kemudian memaparkan aspek teknis penerapan SIG.
Dalam presentasi sekitar 30 menit, Eddy menjelaskan pemetaan jaringan air minum berbasis SIG, manfaatnya bagi perusahaan serta tahapan penyusunan dan pengembangan sistem hingga implementasi.
Menurut Eddy, SIG memungkinkan perusahaan memvisualisasikan jaringan pipa, titik distribusi hingga potensi kebocoran secara real-time. Data tersebut dapat mendukung pengambilan keputusan dalam pemeliharaan rutin maupun perencanaan pengembangan jaringan baru.
“SIG memungkinkan kami memetakan seluruh jaringan pipa, titik distribusi, hingga potensi titik kebocoran secara visual dan real-time. Ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan, baik untuk pemeliharaan rutin maupun perencanaan pengembangan jaringan baru.”
Ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh sistem yang dibangun, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
Karena itu, pendampingan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari inventarisasi data eksisting, digitalisasi peta hingga penguatan kapasitas SDM agar sistem dapat dirawat dan dikembangkan secara mandiri.
Ketika Peta Digital Menjadi Instrumen Pelayanan
Penandatanganan PKS menjadi puncak kegiatan pada sekitar pukul 21.30 WIB. Kedua pimpinan perusahaan daerah membubuhkan tanda tangan pada naskah kerja sama di hadapan peserta yang hadir.
Momentum tersebut menjadi penanda resmi dimulainya kolaborasi pengembangan SIG antara Perumdam Tirta Abdya dan Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang.
Dari sisi manfaat, implementasi SIG di Perumdam Tirta Abdya diharapkan dapat mempercepat transformasi digital pengelolaan jaringan air minum.
Sistem tersebut diharapkan membantu mempermudah deteksi dan penanganan kebocoran pipa, mempercepat perencanaan perluasan jaringan distribusi, serta meningkatkan akurasi data pelanggan dan cakupan layanan.
Sementara bagi Perumda Tirta Aneuk Laot Sabang, kerja sama ini memperkuat peran perusahaan dalam berbagi pengalaman penerapan teknologi informasi geografis sekaligus memperluas jejaring antarbadan usaha air minum di Aceh.
Sinergi yang Layak Diperluas
Kerja sama Sabang–Abdya ini menunjukkan satu hal penting: pengembangan teknologi pelayanan publik dapat tumbuh lebih efektif ketika pengalaman tidak berhenti menjadi pengetahuan internal, tetapi dibagikan dan dikembangkan bersama.
Jika pola kolaborasi semacam ini terus berkembang, perusahaan daerah air minum di Aceh memiliki ruang untuk saling memperkuat kapasitas teknologi tanpa harus membangun seluruh sistem secara terpisah.
Pada akhirnya, SIG bukan sekadar tentang garis, titik dan peta digital. Ia adalah instrumen untuk membaca jaringan, mengenali persoalan, mempercepat respons dan membantu menghadirkan keputusan yang lebih berbasis data.
Dari Sabang, pengalaman itu kini dibagikan kepada Abdya. Sebuah kerja sama yang mempertemukan teknologi, pengetahuan dan semangat kolaborasi—dengan satu tujuan yang paling dekat dengan masyarakat: pelayanan air minum yang semakin tertata dan modern.
-Reporter/Pers Media GWI-ACEH Wilayah Sabang : MJ Eric Karno










