Satu Tahun Kepemimpinan Zulkifli–Suradji: Melanjutkan, Menguatkan, dan Membuka Jalan Baru bagi Kemajuan Sabang | GWI.co.id.

banner 468x60

BREAKING NEWS : GWI ACEH 

Satu Tahun Kepemimpinan Zulkifli–Suradji: Melanjutkan, Menguatkan, dan Membuka Jalan Baru bagi Kemajuan Sabang

SABANG – 15 Juni 2026 || Gabungnyawartawanindonesia.co.id.|| Sebagai wilayah paling barat Indonesia yang berdiri kokoh di gerbang Selat Malaka, Sabang memiliki posisi strategis yang tidak dimiliki daerah lain. Keindahan alam yang memukau, kekayaan bahari yang melimpah, serta letak geografis yang menjadi pintu masuk lalu lintas pelayaran internasional merupakan modal besar untuk pembangunan.

Namun di balik berbagai keunggulan tersebut, Sabang juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sebagai daerah kepulauan, keterbatasan fiskal, kebutuhan pembangunan infrastruktur, penguatan pelayanan publik, hingga upaya menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi pekerjaan besar yang harus dijalankan secara simultan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, kepemimpinan Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam dan Wakil Wali Kota Suradji Junus memasuki tahun pertama dengan semangat melanjutkan program pembangunan yang telah berjalan sekaligus memperkuat fondasi bagi kemajuan Sabang di masa depan.

Berbekal visi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, penguatan pelayanan dasar, perlindungan sosial, pengembangan sektor unggulan daerah, serta sinergi yang erat dengan pemerintah pusat, berbagai langkah strategis mulai menunjukkan hasil yang nyata.

Deretan Prestasi dan Pengakuan Nasional
Sepanjang tahun pertama kepemimpinan Zulkifli–Suradji, Pemerintah Kota Sabang berhasil menorehkan berbagai capaian penting yang menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

Pada tahun 2025, Sabang berhasil meraih Penghargaan Ecological Fiscal Transfer (EFT) 2025 dalam Konferensi Nasional Pendanaan Ekologis VI di Jakarta. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen daerah dalam menjaga keseimbangan pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Masih pada tahun yang sama, Proyek Rumah Sakit Terpadu Sabang resmi masuk dalam daftar Peluang Investasi Daerah Tahun 2025 yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, membuka peluang hadirnya investasi strategis di sektor kesehatan.

Pemerintah Kota Sabang juga meraih penghargaan sebagai Kota Tercepat dalam Pengesahan Badan Hukum Koperasi Desa Merah Putih di Aceh, sekaligus menerima Penghargaan Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.

Memasuki tahun 2026, capaian tersebut semakin diperkuat dengan diraihnya Universal Health Coverage (UHC) Award dari BPJS Kesehatan sebagai bentuk keberhasilan pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Sabang juga berhasil meraih predikat “Informatif” dalam Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 dari Komisi Informasi Aceh, sebuah penghargaan yang menegaskan komitmen terhadap pemerintahan yang transparan, terbuka, dan akuntabel.

Sementara dalam bidang tata kelola keuangan, Pemerintah Kota Sabang kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi semakin istimewa karena merupakan raihan WTP ke-14 kali secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

Menguatkan Perlindungan Sosial dan Pelayanan Dasar
Di tengah dinamika ekonomi nasional, Pemerintah Kota Sabang tetap memastikan berbagai program perlindungan sosial berjalan secara berkelanjutan.

Program Geunaseh terus dilaksanakan sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi anak. Di saat yang sama, subsidi LPG 3 kilogram tetap diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat, sementara bantuan listrik berbasis gampong terus dilanjutkan guna membantu meringankan beban rumah tangga.

Pada sektor pendidikan, dukungan pemerintah diwujudkan melalui bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung wajib belajar 12 tahun yang berkualitas sekaligus memastikan pendidikan tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pariwisata Tetap Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi
Sebagai daerah destinasi wisata unggulan Aceh, sektor pariwisata tetap menjadi salah satu fokus pembangunan utama.

Pesona Iboih, Pulau Rubiah, Tugu Kilometer Nol Indonesia, Danau Aneuk Laot, Gunung Api Jaboi, Air Terjun Pria Laot, serta berbagai destinasi lainnya terus menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun bagi Pemerintah Kota Sabang, keberhasilan sektor pariwisata tidak semata-mata diukur dari jumlah kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, pariwisata dinilai dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Dari sektor inilah roda ekonomi bergerak. UMKM tumbuh, usaha penginapan berkembang, rumah makan semakin ramai, transportasi lokal hidup, hingga nelayan wisata dan pelaku ekonomi kreatif memperoleh ruang yang lebih luas untuk meningkatkan pendapatan.

Komitmen tersebut turut membuahkan hasil melalui diraihnya Penghargaan Serambi Ekraf Tahun 2025 pada kategori Inovasi Motif Khas Bungong Ue dan Geulumbang, yang semakin memperkuat identitas budaya dan ekonomi kreatif Sabang.

Pertanian dan Ketahanan Pangan Terus Diperkuat
Selain pariwisata, sektor pertanian juga menjadi perhatian serius dalam agenda pembangunan daerah.

Pada awal masa kepemimpinan Zulkifli–Suradji, Pemerintah Kota Sabang berhasil memperoleh dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk traktor roda empat dan pompa air untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu upaya yang terus kita dorong di Sabang. Dukungan alat pertanian sangat membantu masyarakat, khususnya dalam pengolahan lahan agar lebih efektif dan produktif. Harapannya, sektor pertanian bisa terus berkembang dan memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam.

Selain pengembangan padi gogo, Sabang juga memiliki potensi komoditas unggulan seperti nilam, cengkeh, salak, alpukat, kakao, kelapa, dan pinang yang terus didorong agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Khusus komoditas kakao, pengembangannya tidak hanya berhenti pada sektor budidaya, tetapi juga telah melahirkan industri olahan lokal seperti Cokbang dan Cokinol, yang kini menjadi bagian dari wisata edukasi dan ekonomi kreatif khas Sabang.

Membangun Jembatan ke Pemerintah Pusat
Di balik berbagai capaian yang terlihat, terdapat kerja-kerja strategis yang tidak selalu tampak di ruang publik.

Dalam satu tahun terakhir, Wali Kota Sabang secara aktif membangun komunikasi dengan berbagai kementerian, lembaga negara, dan anggota DPR RI lintas partai untuk memperjuangkan program pembangunan serta dukungan anggaran bagi Kota Sabang.

Langkah tersebut menjadi sangat penting di tengah keterbatasan fiskal daerah dan kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional. Dalam situasi seperti itu, kemampuan membangun sinergi menjadi kunci agar pembangunan daerah tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Hasil dari upaya tersebut mulai terlihat melalui hadirnya sejumlah program strategis nasional di Kota Sabang, termasuk pembangunan desa nelayan terpadu di tiga lokasi sekaligus, yakni Gampong Jaboi, Gampong Keneukai, dan Gampong Batee Shok.

Dari total alokasi program pemerintah pusat untuk Aceh dengan nilai sekitar Rp30 miliar per desa nelayan, Sabang berhasil memperoleh tiga titik pembangunan sekaligus, sebuah capaian yang menunjukkan kuatnya dukungan pemerintah pusat terhadap daerah ini.
Tidak hanya itu, Sabang juga memperoleh bantuan 100 unit rumah nelayan tipe 36 serta pembangunan sejumlah infrastruktur jalan yang bersumber dari APBN.

“Kita bersyukur hubungan dengan pemerintah pusat terus terjalin dengan baik. Sejumlah dukungan anggaran yang diberikan sangat membantu daerah, sehingga berbagai program pembangunan dan kebutuhan masyarakat tetap bisa berjalan dengan baik,” kata Zulkifli.

Melangkah ke Tahun Kedua dengan Optimisme
Memasuki tahun kedua kepemimpinan Zulkifli H. Adam dan Suradji Junus, berbagai capaian yang telah diraih menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan yang lebih progresif dan inklusif.

Penguatan pelayanan dasar, peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlindungan sosial, pengembangan pariwisata, ketahanan pangan, ekonomi kreatif, serta perluasan sinergi dengan pemerintah pusat akan terus menjadi fokus utama pembangunan daerah.

Dengan semangat kolaborasi, kerja nyata, dan komitmen untuk melayani masyarakat, kepemimpinan Zulkifli–Suradji berupaya memastikan bahwa setiap langkah pembangunan tidak hanya menghadirkan angka-angka capaian, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Satu tahun telah dilalui. Fondasi telah diperkuat. Dan Sabang terus melangkah, menjaga harapan, membuka peluang, serta menatap masa depan sebagai kota maritim, pariwisata, dan perdagangan yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera.

-Reporter/Perss Media GWI-ACEH (Wilayah Aceh -Sabang) : MJ Eric Karno 

-Sumber/Rilis/Photo : Humas Pemko Sabang/Kepala GWI Aceh 

-Rilis/RedaksiNasional : Gabungnya Wartawan Indonesia.co.id.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *