Dugaan Kelalaian Distribusi MBG, Siswa SDN 08 Padang Muntah Setelah Santap Menu Sekolah

banner 468x60

Bengkayang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar — Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, diwarnai insiden memprihatinkan. Seorang guru dan belasan murid SDN 08 Padang, Dusun Pasrah, Kampung Padang, Kecamatan Samalantan, dilaporkan mengalami muntah-muntah usai menyantap paket makanan program MBG, Senin (18/5/2026).

Informasi awal diperoleh dari rekaman pesan suara WhatsApp milik salah seorang warga sekaligus orang tua murid. Dalam keterangannya, warga menyebut menu MBG yang dibagikan kepada siswa berisi tahu dan telur asin diduga sudah tidak layak konsumsi.

Tahu yang disajikan disebut berulat atau berbelatung, sementara telur asin mengeluarkan bau busuk. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab seorang guru kelas dan 13 murid mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut.

“Ibu Marsiana, guru kelas 3, langsung muntah setelah melihat ada ulat di tahu dan mencium bau busuk dari telur asin. Setelah itu beberapa murid juga ikut muntah,” ungkap warga dalam rekaman suara yang diterima media.

Pihak SDN 08 Padang membenarkan adanya kejadian tersebut. Kepala sekolah mengakui makanan yang diterima pada hari itu memang bermasalah hingga menyebabkan guru dan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan.

Pihak sekolah disebut langsung melakukan penanganan darurat guna memastikan kondisi para siswa tidak semakin memburuk.

Insiden ini memunculkan sorotan terhadap pengawasan distribusi makanan dalam program MBG. Berdasarkan pedoman Badan Gizi Nasional (BGN) dan tata kerja Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), setiap makanan yang disalurkan wajib melalui proses pemeriksaan mutu dan keamanan pangan secara ketat.

Beberapa prosedur yang diduga tidak berjalan maksimal di antaranya pengawasan kualitas bahan makanan, penyimpanan sampel makanan, hingga pemeriksaan akhir sebelum makanan dikonsumsi siswa.

Warga dan orang tua murid mendesak pemerintah daerah serta pihak terkait segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyedia makanan program MBG di Kecamatan Samalantan.

Mereka juga meminta adanya sanksi tegas apabila ditemukan unsur kelalaian yang membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) maupun Badan Gizi Nasional (BGN) belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.

 

Pewarta : Rinto Andreas

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *