Lombok Timur || Gabungnyawartawanindonesia.co.id — Sebanyak 209 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram mulai melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lombok Timur, Senin (13/4/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam sambutannya menilai kehadiran mahasiswa menjadi energi tambahan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program kesehatan. Ia menyebut keterlibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat akan membantu mempercepat penyampaian edukasi kesehatan.
“Pendekatan langsung ke masyarakat sangat penting agar pesan kesehatan bisa lebih mudah dipahami dan diterapkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menghadapi kondisi nyata di lapangan. Beragam karakter masyarakat, menurutnya, akan menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi dengan kemampuan komunikasi yang baik.
Saat ini, Pemkab Lombok Timur tengah fokus menekan angka stunting, meningkatkan imunisasi, serta memperkuat layanan kesehatan dasar. Sejumlah fasilitas kesehatan telah dikembangkan untuk mendukung target tersebut.
Namun, Bupati mengakui bahwa ketersediaan tenaga kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya teratasi. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan melakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan kesehatan, pendataan kondisi warga, hingga pendampingan keluarga dalam menerapkan pola hidup sehat.
Sementara itu, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Mataram, Ni Putu Karunia Ekayani, menjelaskan bahwa program KKN merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari secara langsung di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap, etika, dan komunikasi selama berada di lokasi pengabdian. Mahasiswa diminta untuk menghormati budaya setempat dan menjaga nama baik institusi.
Program KKN tahun ini mengusung pendekatan kolaboratif lintas jurusan agar mahasiswa dapat bekerja secara terpadu dalam menangani berbagai persoalan kesehatan.
Kegiatan ini dilaksanakan di tiga kecamatan dengan total 20 desa sebagai lokasi pengabdian. Diharapkan, kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat Lombok Timur.(red)










