gabungnyawartawanindonesia.co.id | Binjai — Kesabaran aparat tampaknya sudah di ujung batas. Balap liar dan bayang-bayang geng motor yang kian meresahkan akhirnya disikat tanpa ampun oleh Satlantas Polres Binjai dalam patroli malam berturut-turut di akhir Maret 2026.
Minggu dini hari, 29 Maret 2026 sekitar pukul 01.00 WIB, kawasan Simpang Tugu Traffic Light Walikota Binjai menjadi sasaran operasi. Delapan unit sepeda motor langsung diamankan. Bukan sekadar pelanggaran biasa—tanpa helm, knalpot brong yang memekakkan telinga, hingga aksi “tarik tiga” yang menjadi simbol ugal-ugalan jalanan.

Operasi dipimpin Kasat Lantas Polres Binjai, AKP IJ. Girsang, bersama Kasi Humas Polres Binjai, AKP Junaidi. Keduanya memastikan penindakan dilakukan tanpa kompromi.
“Seluruh kendaraan kami amankan dan langsung ditilang. Ini bukan sekadar pelanggaran, ini ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat,” tegas AKP IJ. Girsang.

Tak berhenti di situ, Senin dini hari, 30 Maret 2026 sekitar pukul 02.30 WIB, lima unit sepeda motor kembali dijaring. Diduga kuat hendak melakukan aksi serupa—indikasi bahwa praktik balap liar sudah mengakar dan berpotensi menjadi pintu masuk aktivitas geng motor.
Mayoritas pelaku masih di bawah umur. Namun, usia muda bukan alasan untuk lolos dari jerat aturan. Polisi tetap bertindak tegas: kendaraan disita, ditilang, dan hanya bisa diambil dengan syarat ketat.

“Sepeda motor kami tilang dan tahan. Kendaraan hanya dapat diambil jika pemilik melengkapi surat-surat resmi, mengganti knalpot brong dengan standar, serta memasang TNKB,” tegas AKP IJ Girsang.
Fakta yang lebih mengkhawatirkan terungkap dari penindakan sebelumnya. Polisi mengamankan dua remaja dengan satu unit sepeda motor, dan menemukan senjata tajam (sajam). Dugaan kuat, mereka hendak terlibat tawuran—pola klasik yang kerap berkaitan dengan aktivitas geng motor.

Kasus tersebut kini ditangani Unit Reskrim, menandakan eskalasi serius dari sekadar balap liar menjadi potensi kriminal jalanan yang lebih luas dan terorganisir.
Kapolres Binjai, AKBP Mirzal Maulana, melalui Kasi Humas Polres Binjai AKP Junaidi, mengirim pesan keras tanpa basa-basi.
“Tidak ada ruang bagi balap liar dan geng motor di Kota Binjai. Kami akan tindak tegas. Orang tua jangan lengah—awasi anak-anaknya sebelum mereka masuk lingkaran yang salah,” tegasnya.
Pesan ini jelas: jalan raya bukan arena adu nyali, dan Binjai bukan wilayah bebas bagi geng motor. Aparat sudah bergerak—pertanyaannya, apakah pelaku akan berhenti, atau justru berhadapan langsung dengan hukum?
Reporter: Zulkarnain Idrus
Editor: Zulkarnain Idrus










