banner 728x250

Akun Diduga Milik SPPG Perdana Disorot Usai Screenshot Beredar Luas di Group WhatsApp

banner 120x600
banner 468x60

Pandeglang — Aktivitas siaran langsung yang diduga berasal dari akun resmi SPPG Perdana menuai perhatian publik setelah tangkapan layar (screenshot) dari tayangan tersebut beredar luas melalui aplikasi pesan instan, termasuk WhatsApp. Dalam gambar yang beredar, terlihat seseorang melakukan karaoke sambil merokok pada bulan Ramadhan.

Peristiwa itu memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut kurang pantas jika benar dilakukan melalui akun yang menggunakan identitas lembaga yang berkaitan dengan program pelayanan gizi.

banner 325x300

Akun yang dipersoalkan diketahui menampilkan logo Badan Gizi Nasional Republik Indonesia. Karena itu, sebagian warga menilai penggunaan akun tersebut semestinya mencerminkan fungsi edukatif serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Seorang warga asal Kecamatan Sukaresmi, Kasman, menyampaikan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia menilai akun yang membawa identitas lembaga publik seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan informasi dan edukasi.

“Kalau memang itu akun resmi, sebaiknya digunakan untuk menyampaikan hal yang berkaitan dengan programnya, seperti informasi menu, kualitas gizi, atau laporan kegiatan. Jangan sampai muncul konten yang kurang mendidik,” ujar Kasman kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

Menurut dia, akun yang berkaitan dengan layanan publik semestinya berfungsi sebagai sarana transparansi. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mengetahui berbagai informasi terkait program yang dijalankan, mulai dari menu harian, standar gizi, hingga rincian penggunaan anggaran.

Kasman juga berharap pihak terkait dapat menelusuri lebih jauh siapa pihak yang mengoperasikan akun tersebut. Ia meminta klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Perlu ditelusuri apakah benar itu akun resmi dan siapa yang mengelolanya. Dengan begitu publik mendapat penjelasan yang jelas,” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola akun yang dimaksud maupun dari pihak terkait mengenai identitas pengguna yang melakukan siaran langsung tersebut.

Sementara itu, sejumlah pihak menilai peristiwa tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan akun yang menggunakan identitas lembaga publik. Penggunaan media sosial dinilai perlu memperhatikan etika komunikasi serta tanggung jawab terhadap citra institusi.

 

Toni ys Tim Investigasi GWI

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP