GabungnyaWartawanIndonesia.co.id. NUSANTARA – Prestasi gemilang kembali ditorehkan generasi muda Aceh dalam ajang nasional. Kontingen siswa MIN 40 Pidie tampil luar biasa dengan mendominasi hampir seluruh kategori lomba pada Festival Ramadhan Produktif dan Ceria Fase II Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Platform Belajar Mandiri Azhar Kiran.
Pengumuman resmi pemenang dirilis pada Minggu (8/3/2026) setelah melalui proses penilaian ketat oleh para juri profesional dari berbagai bidang. Ajang kompetisi daring ini diikuti sekitar 170 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari tingkat SD hingga SMA, yang menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam bidang keagamaan, seni islami, dan dakwah.
Ketua Panitia Festival, Tgk. Azhar Kiran, M.Pd, Menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang tetap menunjukkan dedikasi, semangat, serta kualitas penampilan yang luar biasa meskipun sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
“Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah pembinaan generasi muda agar tetap produktif, kreatif, dan berprestasi dalam menyemarakkan syiar Islam di era digital,” ungkapnya.
Bintang Festival: Duo Azka dari MIN 40 Pidie
Sorotan utama festival kali ini tertuju pada dua siswa berbakat dari MIN 40 Pidie, yakni M. Waliyul Azka dan M. Hafidzul Azka, yang tampil gemilang dan mendominasi berbagai kategori lomba.
Bidang Tartil dan Tilawah Al-Qur’an
Penilaian dilakukan oleh Ustad H. Ahmad Azroi Hasibuan, S.Pd.I, seorang Qari Internasional yang telah berpengalaman dalam berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Hasilnya menunjukkan dominasi kuat dari kontingen MIN 40 Pidie:
• Tartil Terbaik 1 : M. Waliyul Azka (Nilai 91)
• Tartil Terbaik 2 : M. Hafidzul Azka (Nilai 89)
Pada kategori Tilawah, hasil serupa kembali terulang:
• Tilawah Terbaik 1 : M. Waliyul Azka (Nilai 90)
• Tilawah Terbaik 2 : M. Hafidzul Azka (Nilai 88)
Bidang Qasidah
Dinilai oleh seniman religi asal Bireuen, Tgk. Husni Al Muna, kedua siswa ini kembali memukau dewan juri melalui penampilan qasidah yang penuh penghayatan dengan membawakan lagu religi berjudul “Jasa Ayah Poma”.
Hasilnya:
• Terbaik 1 : M. Waliyul Azka (Nilai 79)
• Terbaik 2 : M. Hafidzul Azka (Nilai 76)
Bidang Pidato Tiga Bahasa
Kompetisi pidato dinilai oleh tiga juri berpengalaman, yaitu Ust. Arif Fauzi, Ust. Agussalim ZA, dan Ust. Sayed Sulaiman, yang menilai aspek retorika, penguasaan bahasa, serta kekuatan pesan dakwah.
Hasilnya:
• Pidato Bahasa Arab Terbaik 1 : M. Waliyul Azka (Nilai 81)
• Pidato Bahasa Inggris Terbaik 1 : M. Hafidzul Azka (Nilai 79)
Sementara pada kategori Pidato Bahasa Indonesia, persaingan berlangsung sangat ketat antar peserta dari berbagai lembaga pendidikan.
• Terbaik 1 : Anisa Maulisa (SMK Tastafi) – Nilai 76
• Terbaik 2 : Saifa Balqisa (MTs Tastafi)
• Terbaik 3 : M. Waliyul Azka (MIN 40 Pidie)
Apresiasi dan Penghargaan
Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih para peserta, panitia memastikan bahwa hadiah serta piagam penghargaan akan dikirimkan langsung ke alamat rumah masing-masing pemenang sesuai data registrasi yang telah didaftarkan sebelumnya.
Menurut Tgk. Azhar Kiran, penghargaan ini merupakan bentuk komitmen penyelenggara dalam mendukung tumbuhnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an, seni islami, dan dakwah.
“Selamat kepada keluarga besar MIN 40 Pidie dan lembaga Tastafi yang telah menorehkan prestasi membanggakan pada fase ini. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi pelajar lain di seluruh Nusantara,” ujarnya.
Menuju Fase Puncak Festival
Festival Ramadhan Produktif dan Ceria masih akan berlanjut dengan dua tahap berikutnya, yakni Fase III yang dijadwalkan pada 25 Ramadhan dan Fase IV pada 30 Ramadhan yang akan menjadi acara puncak festival tahun ini.
Melalui ajang ini diharapkan lahir generasi muda Islam yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga mampu menjadi duta syiar Al-Qur’an serta nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di tengah perkembangan zaman.
(Kepala GWI Aceh -Eric Karno)



















