banner 728x250

Warga Dusun Segok-Sababoi Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Terkait Listrik dan Infrastruktur

Foto warga
banner 120x600
banner 468x60

Bengkayang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar, – Paulus Warga Dusun Segok-Sababoi, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan infrastruktur dasar, khususnya penerangan listrik dan akses jalan.Selasa 27/01/2026.

Yang hingga kini belum juga terealisasi meskipun sejumlah pejabat daerah telah beberapa kali melakukan kunjungan ke dusun tersebut.

banner 325x300

Seorang tokoh masyarakat Dusun Segok-Sababoi mengungkapkan, pada masa kepemimpinan Bupati Paulus Sadi, pemerintah daerah tercatat dua kali masuk langsung ke wilayah dusun tersebut.

Kunjungan pertama dilakukan dalam rangka peresmian kegiatan Pipanisasi Air Bersih sementara kunjungan kedua saat panen perdana Kelompok Tani yang bernama Kelompok tani kambing bukonsi.

“Artinya, mereka pernah melihat langsung kondisi dusun kami. Bukan hanya datang sebentar, tapi menghadiri kegiatan masyarakat,” ujarnya kepada media.

Selain itu, kunjungan juga pernah dilakukan oleh wakil bupati sebelumnya saat Peresmian Ruang Kelas Baru (RKB) Sekolah Dasar yang terdiri dari tiga lokal untuk kelas 1, 2, dan 3.

Menurut warga, dalam setiap kunjungan tersebut, pejabat pemerintah seharusnya dapat melihat langsung kondisi riil Dusun Segok-Sababoii dari berbagai aspek.

“Yang pertama jalan, karena mereka lewati sendiri. Yang kedua penerangan listrik. Tiang listrik saja tidak ada. Itu sangat jelas terlihat,” tegasnya.

Namun, hingga kini persoalan listrik dan infrastruktur dasar dinilai belum mendapat penanganan serius. Warga juga mengeluhkan proses pengurusan yang terkesan saling lempar tanggung jawab antarinstansi.

“Kami bersama kepala desa sudah beberapa kali ke PLN, proposal juga sudah dimasukkan ke kabupaten. Jawabannya selalu sama: tunggu, tunggu, dan tunggu. Sampai hari ini belum ada realisasi,” keluhnya.

Ia juga menyinggung adanya pernyataan dari pihak yang disebut berasal dari bagian pengadaan, yang menyampaikan bahwa pihaknya menunggu langkah dari warga.

Namun masyarakat menilai, keseriusan seharusnya dibuktikan dengan turun langsung ke lapangan.

“Kalau memang serius, masuklah ke dusun. Perkenalkan diri dengan masyarakat. Dari situ kami bisa menilai kesungguhannya,” katanya.

Warga menegaskan, masyarakat Dusun Segok-Sababoi sudah terlalu sering menerima janji tanpa kepastian.“Kalau hanya sekadar bicara, semua orang bisa. Tapi kalau realisasi, kami ini seperti disuruh menunggu kucing bertanduk,” tutupnya.

 

Pewarta : Rinto Andreas

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP