banner 728x250

Napak Tilas Adat Presiden MMBB ke Keramat Panglima Nek Sanggup, Menghidupkan Ruh Leluhur Dayak di Tanah Landak (Part 1)

banner 120x600
banner 468x60

Landak,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar, – Dalam bingkai adat, ruh leluhur, dan persaudaraan Dayak, Presiden Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) melaksanakan napak tilas sakral ke Keramat Panglima Nek Sanggup, sebuah panyugu (tempat keramat) yang dihormati oleh masyarakat adat Dayak di wilayah Kabupaten Landak, Senen (16/2/2026).

Perjalanan ini dimaknai sebagai bentuk ngarit adat menyusuri jejak leluhur untuk memohon restu, keselamatan, dan kekuatan batin serta menjaga kesinambungan nilai adat istiadat yang diwariskan oleh para Panglima Dayak terdahulu.

banner 325x300

Panglima Nek Sanggup dikenal sebagai simbol keberanian, penjaga tanah adat, serta pelindung masyarakat dari perpecahan dan ancaman terhadap kehormatan adat.

Rombongan adat ini dipimpin langsung oleh Presiden MMBB bersama Sekretaris Jenderal MMBB, Dedy, S.H. Turut hadir KSB DPD MMBB Kalimantan Barat, yakni Ketua Leonardi, S.H, Sekretaris Jimi Salomo, serta Bendahara Ining, S.Pd.

Hadir pula KSB DPC MMBB Kabupaten Landak, yakni Ketua Junghi Suhardi, Wakil Ketua Susono, Sekretaris Aswon, dan Bendahara Ropinus Kulang, beserta para Ketua DPAC MMBB se-Kabupaten Landak. Turut menyertai Ketua DPC MMBB Kabupaten Kubu Raya, Yusta Yohanes.

Setibanya di panyugu, rombongan melaksanakan bebantan adat dan doa panyampak ritual penghormatan kepada roh leluhur yang dilakukan dengan penuh ketenangan dan tata krama adat.

Prosesi ini menjadi simbol penyatuan niat dan batin, agar setiap langkah organisasi senantiasa berada dalam koridor adat dan tidak melenceng dari hukum adat Dayak.

Dalam keterangannya, Presiden MMBB Diseniman Sanggup, SH., menegaskan bahwa adat adalah ruh kehidupan Dayak, dan keramat bukan untuk diagungkan secara berlebihan, melainkan dihormati sebagai pengingat jati diri.

“Selama kita masih menghormati adat, leluhur tidak akan meninggalkan kita. Keramat ini adalah saksi sumpah para Panglima untuk menjaga tanah, persaudaraan, dan martabat Dayak,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, MMBB berdiri sebagai payung persatuan adat, bukan alat kepentingan sempit. Organisasi ini berkomitmen menjaga belom bahadat hidup beradat serta menguatkan ikatan persaudaraan Dayak lintas wilayah.

Napak tilas sakral ini juga menjadi momentum penyatuan niat adat dan organisasi, mempererat ikatan antara DPP, DPD, DPC hingga DPAC MMBB sebagai satu rumpun Dayak dalam menjaga tanah leluhur, kehormatan adat, dan kedamaian di Bumi Kalimantan Barat.

Rangkaian perjalanan adat Presiden MMBB di Landak Area ini akan berlanjut dengan agenda pangat panatau (silaturahmi adat) dan konsolidasi persaudaraan di wilayah lainnya.

 

(Bersambung – Part 2)

Pewarta : Rinto Andreas

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP