banner 728x250

Cuaca Lebaran Diprediksi Hujan Lebat, Kapolri Instruksikan Jajaran Siaga Antisipasi Bencana

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – gabungnyawartawanindonesia.co.id ll  Kapolri Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi bencana selama periode Lebaran 2026.

 

banner 325x300

Instruksi tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

 

Dalam amanatnya, Kapolri mengingatkan bahwa berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca selama arus mudik Lebaran diperkirakan berawan hingga berpotensi hujan lebat.

 

Karena itu, seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan diminta berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan bencana alam yang dapat terjadi.

 

“Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujar Kapolri.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, hingga langkah penanganan bencana pada tahap pra-bencana, saat bencana, maupun pascabencana.

 

Selain itu, Kapolri juga memaparkan prediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.

 

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama periode Lebaran, pemerintah telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Di antaranya pembatasan angkutan barang, penerapan one way, contra flow, dan ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut, hingga pemanfaatan jembatan timbang sebagai lokasi tempat istirahat bagi pemudik.

 

Kapolri berharap seluruh personel dapat memedomani dan menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat agar pelaksanaannya berjalan tertib dan lancar.

 

Di sisi lain, jajaran kepolisian juga diminta memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti aksi premanisme, balap liar, hingga potensi perkelahian antar kelompok.

Untuk mencegah hal tersebut, Kapolri menginstruksikan agar patroli rutin ditingkatkan dengan melibatkan unsur pengamanan masyarakat (Pam Swakarsa), terutama di titik dan jam rawan.

 

Selain itu, Kapolri juga meminta jajaran Polsek hingga Polres melakukan pendataan rumah yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

 

“Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan pelayanan yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri,” tegasnya.

 

Kapolri menekankan bahwa seluruh personel harus menjalankan tugas dengan maksimal demi mewujudkan slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

 

Menurutnya, momentum Idul Fitri juga memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional karena mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan memberikan efek berganda di berbagai daerah.

 

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga Mudik Aman, Keluarga Bahagia dapat terwujud,” tutupnya.(Raflis)

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP