banner 728x250

Aksi Premanisme Pecah di Tulamalae, Rumah Warga Hancur Diamuk Massa

banner 120x600
banner 468x60

NTT, Belu, gabungnyawartawanindonesia.co.id., – Suasana tenang di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, mendadak berubah menjadi mencekam pada Rabu malam (18/2/2026). Aksi premanisme oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) pecah di jalur penginapan Filadelfia, tepat di belakang Kantor PLN Atambua, yang berujung pada pengeroyokan warga dan perusakan rumah secara brutal.

Insiden yang terjadi di jantung ibu kota Kabupaten Belu ini menyisakan trauma mendalam bagi warga setempat dan kerusakan fisik yang signifikan pada hunian milik korban.

banner 325x300

Berdasarkan data yang dihimpun, eskalasi kekerasan dimulai sekitar pukul 18.30 WITA. Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, mengonfirmasi bahwa rentetan peristiwa ini diawali oleh perselisihan di Homestay Filadelfia.

Korban berinisial ASG menjadi sasaran kemarahan kelompok pelaku yang saat ini masih dalam proses penyelidikan (lidik). Percakapan yang semula biasa saja berubah menjadi kontak fisik yang tidak seimbang. ASG dikeroyok secara membabi buta.

“Akibat pengeroyokan tersebut, korban ASG mengalami luka-luka serius di bagian tangan, kepala bagian belakang, dan bahu kanan,” ungkap AKBP Eka Putra saat memberikan keterangan kepada awak media.

Tak berhenti di pengeroyokan, aksi premanisme ini meluas. Satu jam berselang, tepatnya pukul 19.30 WITA, massa yang beringas bergerak menuju rumah seorang warga berinisial RLB yang letaknya tak jauh dari lokasi pertama.

Aksi saling lempar antar kelompok massa pun pecah. Naas bagi RLB, rumahnya menjadi sasaran amuk. Tanpa ampun, massa menghujani kediaman korban dengan batu berkali-kali. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kaca jendela hancur berantakan dan berbagai perabot di teras rumah rusak berat akibat hantaman benda tumpul.

Merespons situasi panas tersebut, Polres Belu bergerak cepat melakukan pengamanan di lokasi kejadian (TKP). Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan aksi premanisme mencoreng keamanan di wilayah hukum Belu.

Saat ini, pihak Kepolisian telah mengantongi dua laporan polisi (LP) terkait peristiwa tersebut:
* Laporan Tindak Pidana Pengeroyokan (Korban ASG).
* Laporan Tindak Pidana Perusakan Barang/Rumah (Korban RLB).

“Tim sudah turun ke TKP, mengevakuasi korban ke rumah sakit, dan saat ini kasusnya sedang dalam proses penyelidikan intensif. Kami juga telah melakukan penggalangan serta koordinasi dengan tokoh-tokoh terkait untuk meredam situasi,” tegas Eka Putra.

Meski sempat mencekam, Kapolres Belu memastikan bahwa saat ini situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Belu sudah kembali aman dan terkendali. Namun, ia mewanti-wanti masyarakat agar tidak mengambil langkah sendiri atau terprovokasi oleh informasi liar yang beredar di media sosial.

“Kami imbau warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu atau berita yang belum dipastikan kebenarannya. Serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Polres Belu. Kami akan menindaklanjuti secara hukum,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, identitas para pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Publik kini menanti ketegasan aparat untuk menyeret para aktor premanisme ini ke balik jeruji besi guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. (Albon AS).

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP