banner 728x250

Wujud Jariyah Alumni Haji Furoda 2023 PT Nur Ramadhan Yogyakarta: air bersih mengalir, pahala tak pernah kering di dayah al hikmah pidie jaya

banner 120x600
banner 468x60

BREAKING NEWS -GWI ACEH

Wujud Jariyah Alumni Haji Furoda 2023 PT Nur Ramadhan Yogyakarta: air bersih mengalir, pahala tak pernah kering di dayah al hikmah pidie jaya

banner 325x300

Gabungnyawartawanindonesia.co.id.|| 21 MARET 2026 || Trienggadeng, Pidie Jaya — Di penghujung bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, keberkahan hadir nyata di Desa Meue, Kecamatan Trienggadeng. Sebuah sumur bor waqaf resmi beroperasi di Dayah dan Balai Pengajian Al Hikmah, menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar para santri: akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Momentum peresmian yang bertepatan dengan hari ke-27 Ramadhan 1447 H/2026 M ini menambah nilai spiritual tersendiri. Di saat umat Islam berlomba meraih kemuliaan malam-malam akhir Ramadhan, aliran air dari sumur ini menjadi simbol nyata amal jariyah yang akan terus mengalir tanpa henti.

Program mulia ini merupakan kontribusi dari Alumni Haji Furoda Tahun 2023 PT Nur Ramadhan Yogyakarta di bawah arahan Haji Machfud. Perwujudan bantuan ini tidak terlepas dari peran strategis Ustadz Azhar Kiran yang menjadi motor penggerak sekaligus jembatan kolaborasi kebaikan antara Yogyakarta dan Pidie Jaya.

Pimpinan Dayah Al Hikmah, Tgk Ti Hasanah, dengan penuh haru menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam. Ia menegaskan bahwa kehadiran sumur bor ini bukan sekadar fasilitas, melainkan anugerah besar yang membawa keberkahan bagi seluruh santri.

“Alhamdulillah, ini adalah karunia luar biasa di penghujung Ramadhan. Para santri kini dapat berwudhu, bersuci, dan beribadah dengan lebih nyaman. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Haji Machfud, keluarga besar PT Nur Ramadhan Yogyakarta, serta ananda Azhar Kiran yang telah menghadirkan kebaikan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap tetes air yang digunakan dalam aktivitas ibadah para santri akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir bagi para donatur.

“Air ini akan menjadi saksi amal. Setiap wudhu, setiap doa, setiap ayat Al-Qur’an yang dilantunkan, insyaAllah mengalirkan pahala yang tidak terputus,” tambahnya penuh keyakinan.

Sementara itu, Ustadz Azhar Kiran menyampaikan bahwa kebahagiaan para santri merupakan kebahagiaan bersama. Ia menyebut program ini sebagai manifestasi nyata ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas geografis.

“Ini bukan sekadar pembangunan sumur, tetapi tentang menghadirkan harapan dan keberkahan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi investasi akhirat yang tak ternilai,” tuturnya.

Kini, di setiap lantunan adzan yang menggema di Desa Meue, air dari sumur waqaf tersebut mengalir mengiringi langkah suci para santri. Lebih dari sekadar sumber kehidupan, ia menjadi simbol kepedulian, persaudaraan, dan warisan kebaikan yang akan terus hidup—mengalirkan manfaat, menguatkan ibadah, dan mengabadikan pahala sepanjang masa.

~Reporter/Perss Media GWI-ACEH (MJ Eric Karno)

~Sumber/Photo : Tgk.Azhar Pidie

~Rilis/RedaksiNasional : Gabungnya Wartawan Indonesia.co.id.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *