Gabungnyawartawanindonesia.co.id | Berandan –
Belum reda trauma warga akibat bencana banjir, Kelurahan Berandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, kembali diguncang peristiwa menggemparkan. Sesosok mayat pria ditemukan tertelungkup di genangan air parit sekitar Titi Dempo, Linkungan III, Selasa (09/12/2025) pagi sekitar pukul 07.37 WIB.
Penemuan jasad tersebut terjadi saat proses evakuasi dan pembersihan wilayah pascabanjir masih berlangsung. Warga yang pertama kali melihat tubuh korban langsung panik dan melaporkan kejadian itu kepada aparat kelurahan, yang kemudian diteruskan ke Pusat Komando Public Safety Center (PSC) 119 Damkar Kabupaten Langkat.
Operator PSC 119 Damkar Langkat mengonfirmasi bahwa laporan awal diterima dari Lurah Berandan Timur. Informasi tersebut menyebutkan adanya sesosok mayat pria ditemukan di parit Titi Dempo, tepat di area yang sebelumnya terendam banjir cukup parah.
Dari pantauan di lokasi, mayat pria tersebut ditemukan dalam posisi tertelungkup di dalam parit yang masih tergenang air. Korban mengenakan kaus berwarna biru dan celana pendek jenis blue jeans. Kondisi jasad memunculkan dugaan kuat bahwa korban telah berada di lokasi sejak banjir melanda kawasan tersebut.
Kapolsek Pangkalan Berandan AKP Amrizal Hasibuan melalui Kanit Reskrim Ipda Heri Nalom Ompu Sunggu, S.H., membenarkan penemuan mayat tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal.
“Benar Bang, saat ini saya sedang berada di TKP. Mayat pria ini merupakan warga setempat. Untuk identitas lengkap dan kronologis kejadian, akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan awal selesai,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi penemuan. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kematian korban, apakah murni akibat bencana banjir atau terdapat faktor lain yang menyertainya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang dampak serius banjir di wilayah Brandan Timur, sekaligus memunculkan desakan masyarakat agar penanganan pascabanjir dan mitigasi bencana dilakukan lebih serius, menyeluruh, dan tidak sekadar bersifat seremonial. (Rudi hartono)
Editor: Zulkarnain Idrus

















