BREAKING NEWS : GWI ACEH
KP WISANGGENI-8005 JADI “KELAS TERBUKA” MARITIM, 23 MAHASISWA UniMAP BELAJAR TEKNOLOGI KAPAL PATROLI POLRI
International Student Mobility UniMAP–USK 2026 Perkuat Pertukaran Pengetahuan, Teknologi dan Wawasan Kemaritiman Indonesia–Malaysia
Gabungnyawartawanindonesia.co.id | SABANG, 23 September 2026 — Laut bukan hanya ruang operasi, tetapi juga ruang belajar.
Pesan itu terasa dalam kunjungan akademik dan industri 23 mahasiswa Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) ke KP Wisanggeni-8005, kapal patroli Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri, Rabu (23/9/2026) sore.
Didampingi seorang dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) serta seorang staf pendamping, para mahasiswa mengikuti kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB sebagai bagian dari Program International Student Mobility UniMAP–USK 2026.
Program tersebut mengusung tema “Maritime Technology and Engineering: Innovation, Application, and Future Perspective.”
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk keluar sejenak dari batas ruang kuliah dan menyaksikan secara langsung bagaimana teknologi serta rekayasa diterapkan dalam lingkungan operasional kemaritiman.
Rombongan diterima langsung oleh Komandan KP Wisanggeni-8005, AKBP Capt. Nyoto Saptono, S.H., M.Si.(Han)., M.Mar., bersama jajaran awak kapal.
Melihat Teknologi dari Dekat
Di atas KP Wisanggeni-8005, mahasiswa mendapatkan pengenalan terhadap berbagai aspek teknis kapal, mulai dari sistem navigasi, permesinan hingga peralatan pendukung operasi di laut.
Bagi mahasiswa yang menekuni teknik mesin dan industri, pengalaman tersebut memberikan dimensi pembelajaran yang berbeda.
Apa yang sebelumnya dipelajari melalui teori dapat dilihat dalam lingkungan penerapan nyata. Teknologi tidak lagi hanya menjadi materi akademik, tetapi dapat dipahami melalui fungsi dan kebutuhannya dalam operasional kapal.
Pengalaman lapangan seperti ini juga memperlihatkan eratnya hubungan antara rekayasa, teknologi, keselamatan dan kebutuhan operasional dalam dunia maritim.
Antusiasme peserta terlihat selama kunjungan berlangsung. Berbagai aspek teknis kapal menjadi perhatian mahasiswa dalam upaya memperluas pemahaman mereka terhadap teknologi kemaritiman.
Ketika Akademik Bertemu Dunia Operasional
Kunjungan tersebut sebelumnya diajukan secara resmi oleh Departemen Teknik Mesin dan Industri USK melalui surat Nomor 616/UN11.F4.2/PK.01.04/2026, yang ditandatangani Kepala Departemen, Dr. Ir. Akram, S.T., M.T.
Pengajuan tersebut menempatkan kunjungan sebagai bagian dari pembelajaran yang diharapkan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami penerapan ilmu teknik mesin dan industri, khususnya pada sektor kemaritiman.
Pertemuan mahasiswa UniMAP dengan jajaran KP Wisanggeni-8005 kemudian menjadi titik temu antara dunia akademik dan lingkungan operasional.
Di satu sisi, mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan. Di sisi lain, kegiatan tersebut membuka ruang interaksi yang mempertemukan pendidikan dengan teknologi kemaritiman.
Membangun Jembatan Pendidikan Indonesia–Malaysia
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari hubungan akademik lintas negara antara Indonesia dan Malaysia.
Melalui Program International Student Mobility UniMAP–USK 2026, mahasiswa mendapatkan ruang untuk bertukar pengalaman dan memperluas perspektif mengenai teknologi, rekayasa serta perkembangan dunia kemaritiman.
Pertukaran tersebut tidak hanya berlangsung dalam bentuk interaksi akademik, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan.
Kapal patroli menjadi salah satu ruang yang mempertemukan pengetahuan, teknologi dan pengalaman operasional dalam satu rangkaian pembelajaran.
Mengenal Kapal Patroli, Memahami Peran Kepolisian Perairan
Di luar aspek teknologi, kunjungan tersebut juga memberikan gambaran kepada generasi muda mengenai lingkungan tugas kepolisian perairan.
Melalui pengenalan langsung terhadap KP Wisanggeni-8005 dan perangkat pendukungnya, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai bagaimana unsur teknologi dan rekayasa hadir dalam mendukung kebutuhan operasional di laut.
Hal tersebut sekaligus membuka pemahaman bahwa perkembangan teknologi maritim memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan keselamatan dan operasional di wilayah perairan.
Kunjungan berlangsung dalam suasana tertib dan lancar.
Dari Geladak Kapal, Membuka Wawasan Masa Depan
Ada nilai penting yang tersisa dari kunjungan tersebut: pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas.
Di atas KP Wisanggeni-8005, mahasiswa UniMAP melihat secara langsung bagaimana pengetahuan teknik berhadapan dengan kebutuhan nyata.
Bagi dunia akademik, pengalaman tersebut menjadi pelengkap pembelajaran teoritis.
Bagi hubungan Indonesia–Malaysia, kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang mempertemukan mahasiswa, pendidik, teknologi dan kemaritiman.
Dan bagi para mahasiswa, kunjungan tersebut menghadirkan satu pengalaman yang sulit diperoleh hanya dari buku: melihat sendiri bagaimana teknologi bekerja di lingkungan laut yang sesungguhnya.
Program International Student Mobility UniMAP–USK 2026 pada akhirnya bukan sekadar agenda kunjungan. Ia menjadi ruang untuk memperluas wawasan, mempertemukan pengetahuan dan membuka perspektif generasi muda terhadap masa depan teknologi serta rekayasa maritim.
Dari ruang kelas menuju geladak kapal, ilmu pengetahuan menemukan bentuk nyatanya.
(Reporter/Pers Media GWI-ACEH Wilayah Sabang : MJ Eric Karno)










