LEBAK,Gabungnyawartawanindonesia.co.id
Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan warga Kampung Rumbut, RT 001/RW 001, Desa Kadu Agung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten.
Puluhan warga secara swadaya dan kompak melaksanakan pengecoran jalan lingkungan yang menjadi akses utama menuju Kampung Rumbut dari Jalan Raya Rangkasbitung–Pandeglang, Minggu (13/9/2026).
Perbaikan dilakukan menyusul kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Selain mengganggu aktivitas warga, kondisi jalan tersebut dinilai membahayakan pengguna kendaraan, khususnya ketika musim hujan karena permukaan jalan menjadi licin dan sulit dilalui.
Pengecoran dimulai dari sekitar kawasan depan Kantor Partai Gerindra menuju akses masuk Kampung Rumbut. Warga bergotong royong mengerjakan perbaikan dengan mengandalkan iuran masyarakat serta bantuan material dari sejumlah pihak.
Ketua RT 001 Kampung Rumbut, Edi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif murni masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi jalan di lingkungan mereka.
Menurutnya, dari hasil iuran warga terkumpul dana sekitar Rp700 ribu yang digunakan untuk membeli sejumlah material, seperti semen dan batu split.
“Ini kegiatan gotong royong untuk mengecor jalan desa hasil swadaya masyarakat. Dana yang terkumpul sekitar Rp700 ribu diperuntukkan untuk pembelian semen dan batu split,” ujar Edi.
Ia menjelaskan, kebutuhan material juga mendapat dukungan dari masyarakat. Sekitar 10 sak semen disumbangkan oleh keluarga almarhum Bapak Duki. Sementara kebutuhan pasir dibantu oleh Bapak Hakim yang sehari-hari dikenal dengan panggilan Bongkar.
Edi menegaskan, perbaikan jalan tersebut dilakukan karena akses itu memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat Kampung Rumbut.
“Jalan ini merupakan urat nadi aktivitas sehari-hari warga, baik untuk bekerja maupun anak-anak pergi sekolah, karena kondisinya sudah rusak. Kami sepakat mengadakan iuran swadaya dan bergotong royong agar pekerjaan cepat selesai,” ungkapnya.
Berawal dari Musyawarah Warga
Sementara itu, penggerak sekaligus inisiator kegiatan, Moch. Yadi Maryadi, mengatakan gagasan pengecoran jalan berawal dari musyawarah bersama sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat.
Pertemuan tersebut berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) melalui kegiatan riung rembug sambil ngopi bersama di teras rumah almarhum Bapak Duki.
Dalam kesempatan tersebut, Yadi mengundang Ketua RT 001, para mantan ketua RT, Ketua DKM, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda untuk membahas kondisi jalan dan mencari solusi bersama.
Dari hasil musyawarah tersebut, disepakati bahwa perbaikan jalan akan dilakukan melalui swadaya dan gotong royong masyarakat.
“Setelah rapat pada Sabtu tanggal 5 September 2026, dengan keputusan akan mengecor jalan desa, kami laksanakan pada hari Minggu, tepatnya tanggal 13 September 2026,” kata Yadi.
Selain menginisiasi kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan, Yadi yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah KBPP Polri (Keluarga Besar Putra Putri Polri) Provinsi Banten juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.
Ia menyampaikan pentingnya meningkatkan kembali kegiatan keamanan lingkungan melalui sistem keamanan swakarsa, termasuk mengaktifkan pos ronda atau pos kamling di masing-masing wilayah.
“Warga masyarakat diharapkan mengaktifkan kembali pos kamling di masing-masing wilayah, menjaga kekompakan dan ketertiban di masyarakat. Penting juga masyarakat berkoordinasi dengan Babinmas dan Babinsa yang ada di wilayah Desa Kadu Agung Barat,” ujarnya.
Bukti Kepedulian Masyarakat
Kegiatan pengecoran jalan Kampung Rumbut menjadi bukti bahwa pembangunan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat mampu menjadi kekuatan dalam mengatasi berbagai persoalan di lingkungan.
Warga berharap perbaikan jalan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta memperlancar mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Semangat swadaya tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian warga terhadap fasilitas umum yang digunakan bersama.
Dengan kebersamaan dan gotong royong, warga Kampung Rumbut berupaya mewujudkan lingkungan yang lebih aman, nyaman, serta mendukung aktivitas masyarakat dan anak-anak menuju sekolah.(Mal)










