Jalur Emas Jadi Sorotan, Pengamat Minta Pengawasan Bandara Singkawang Dibongkar

banner 468x60

Singkawang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar,– Dugaan upaya penyelundupan emas melalui jalur penerbangan kembali menjadi sorotan di Kalimantan Barat. Munculnya dugaan kasus serupa di Bandara Singkawang memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengawasan dan keamanan di bandara tersebut.

 

Pengamat Transportasi Intermoda Kalimantan Barat sekaligus Ketua Masyarakat Transportasi Udara Indonesia (MTUI) Kalbar, Syarif Usmulyani Alqadrie, meminta persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi penumpang yang membawa barang.

 

Menurutnya, aparat dan pihak terkait perlu menelusuri seluruh rantai pergerakan barang, mulai dari asal barang, jalur masuk ke bandara, pemeriksaan, hingga kemungkinan pihak lain yang terlibat.

 

“Kalau kejadian seperti ini muncul beberapa kali, jangan hanya melihat orang yang membawa barangnya. Harus dilihat dari mana barang itu berasal, bagaimana masuk ke bandara, dan bagaimana barang tersebut bisa melewati sistem pemeriksaan,” tegas Syarif, Jumat (11/9/2026).

 

Syarif menilai pengawasan harus dilakukan secara berlapis, termasuk terhadap bagasi, kargo, jasa ekspedisi, gudang, kendaraan pengangkut serta akses keluar-masuk kawasan bandara.

 

Ia juga meminta dugaan keterkaitan peredaran emas ilegal dengan aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Kalimantan Barat didalami oleh aparat penegak hukum.

 

Namun demikian, Syarif menegaskan seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan dan bukti yang sah.

 

“Kalau memang ada indikasi jaringan, bongkar sampai ke akar-akarnya. Siapa yang memasok, mengatur, menerima maupun membantu meloloskan harus ditelusuri,” ujarnya.

 

Syarif mengaku pernah memperoleh informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak ekspedisi dalam pengiriman emas ilegal melalui Bandara Singkawang. Informasi tersebut, menurutnya, perlu diverifikasi dan ditelusuri oleh pihak berwenang.

 

Ia meminta pemeriksaan tidak berhenti pada penumpang yang kedapatan membawa barang.

 

“Telusuri CCTV, jalur masuk barang, akses petugas, prosedur pemeriksaan dan seluruh rantai pengiriman. Kalau ada kelemahan, harus segera diperbaiki,” tegasnya.

 

Menurut Syarif, koordinasi antara pengelola bandara, Aviation Security (Avsec), Bea Cukai, kepolisian, pihak ekspedisi dan instansi terkait perlu diperkuat.

 

Bandara, kata dia, merupakan salah satu objek penting dalam sistem transportasi sehingga aspek keamanan harus menjadi prioritas.

 

Syarif mendorong pemerintah dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan Bandara Singkawang, terutama apabila ditemukan adanya pola dugaan penyelundupan yang berulang.

 

Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan seluruh prosedur keamanan berjalan sesuai ketentuan dan tidak terdapat celah yang dapat dimanfaatkan pihak tertentu.

 

“Jangan menunggu sampai terjadi kejadian yang lebih besar. Kalau ditemukan kelemahan dalam sistem pengawasan, segera perbaiki. Keselamatan dan keamanan penerbangan harus menjadi prioritas,” katanya.

 

Ia juga meminta apabila hasil penyelidikan nantinya menemukan adanya jaringan, aparat tidak hanya memproses pihak yang berada di ujung rantai.

 

“Kalau memang ada jaringan, bongkar alurnya. Jangan sampai hanya orang yang tertangkap yang diproses, sementara pihak di belakangnya tetap bebas bergerak,” pungkas Syarif.

 

 

Pewarta : Rinto Andreas

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *