M Nasir Djamil Apresiasi Keberanian Kapolda Aceh Hadapi Massa: Pendekatan Humanis Jaga Perdamaian | GWI.co.id

banner 468x60

BREAKING NEWS : GWI ACEH 

M Nasir Djamil Apresiasi Keberanian Kapolda Aceh Hadapi Massa: Pendekatan Humanis Jaga Perdamaian

BANDA ACEH — Gabungnyawartawanindonesia.co.id | 16 Agustus 2026 | Sikap humanis Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan saat menghadapi massa dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21, Sabtu (15/8/2026), mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil.

Nasir bahkan menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Aceh atas keberaniannya turun langsung menemui dan berdialog dengan masyarakat di tengah situasi yang sempat memanas.
Menurut Nasir, langkah Ruddi Setiawan yang memilih hadir langsung di tengah massa tanpa membangun sekat merupakan tindakan yang mencerminkan keberanian sekaligus kepedulian terhadap stabilitas keamanan dan keberlangsungan perdamaian Aceh.

“Inisiatif Kapolda Aceh Ruddi Setiawan berjalan sendiri tanpa pengawalan menemui dan berbicara langsung dengan masyarakat menunjukkan kepedulian dan keinginannya agar Aceh damai,” ujar Nasir.

Politikus asal Aceh yang duduk di Komisi III DPR RI itu menilai pendekatan yang dilakukan Kapolda Aceh merupakan langkah strategis dalam meredam ketegangan. Ketika situasi massa sulit dikendalikan, kata dia, komunikasi langsung dan pendekatan persuasif justru dapat menjadi jalan keluar yang lebih efektif dibandingkan pendekatan represif.

“Ketika menghadapi massa yang tidak terkontrol, cara humanis adalah pendekatan yang tepat dan berisiko rendah,” tegasnya.

Nasir menyebut, keberanian Kapolda Aceh mengambil langkah tersebut patut diapresiasi karena persoalan di lapangan tidak dibiarkan berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Baginya, menjaga keamanan Aceh tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan aparat. Dibutuhkan pula kemampuan membaca situasi, membangun komunikasi dan menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya soal bagaimana aparat menghadapi massa, tetapi bagaimana situasi yang berpotensi menimbulkan masalah baru dapat diredam dengan kepala dingin,” katanya.

Nasir juga meminta Polri terus memperkuat kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi vertikal serta seluruh elemen masyarakat sipil untuk memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Ia menegaskan, perdamaian Aceh merupakan aset bersama yang harus dijaga dengan soliditas dan kedewasaan semua pihak.

“Soliditas antara TNI, Polri, pemerintahan lokal, pimpinan instansi vertikal serta elemen masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk menjamin Aceh tetap kondusif. Dengan situasi yang aman dan damai, pembangunan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Aceh,” pungkas Nasir.

Apresiasi tersebut menjadi pesan penting bahwa perdamaian Aceh membutuhkan lebih dari sekadar penegakan keamanan. Perdamaian membutuhkan keberanian untuk hadir, mendengar, berdialog dan merangkul masyarakat.

-Reporter/Pers Media GWI-ACEH : MJ Eric Karno 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *