“SPPG Langensari Saketi 001 Disorot! Dapur Terbuka, Tabung Gas dan Armada MBG Diduga Tak Sesuai Standar, FORJA Banten Desak BGN Turun Tangan”

banner 468x60

PANDEGLANG – Forum Jurnalis Aktivis Banten (Forja Banten) melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Langensari Saketi 001 di bawah Yayasan Inspirasi Semesta Nagari pada hari Sabtu (8/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Forja Banten menemukan sejumlah sarana dan prasarana bangunan serta fasilitas operasional yang dinilai tidak sesuai aturan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Berdasarkan pemantauan langsung, Forja Banten mencatat tiga poin krusial yang dinilai tidak sesuai standar:

• Area Dapur Terbuka Tidak adanya pagar luar: Dapur SPPG didesain sebagai zonasi tertutup, higienis, dan terpisah dari area publik. Selain itu pagar luar juga bertujuan untuk Mencegah masuknya hewan liar, hama, atau orang yang tidak berkepentingan guna menghindari risiko kontaminasi pada makanan.

• Penyimpanan Gas Berbahaya: Penataan tabung gas dinilai tidak sesuai standar keselamatan migas. Bahwa Tempat penyimpanan tabung harus berada di area khusus luar ruangan yang dikelingi pagar pengaman dengan tinggi minimal 2,25 meter. Wajib memasang tanda “Dilarang Merokok” dan “Kawasan Bebas Api” di sekitar lokasi.

• Kendaraan Logistik Polos: Mobil distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memiliki logo atau stiker resmi.

Ketua Forja Banten, Niki Mulyana, menyayangkan lemahnya pengawasan dan penerapan standar operasional di SPPG langensari saketi 001 tersebut.

“Kami sangat menyayangkan adanya kelalaian ini. Ini menyangkut program nasional Makan Bergizi Gratis yang anggarannya besar dan sasarannya adalah anak-anak. Standarisasi dapur, keselamatan instalasi gas, hingga transparansi armada distribusi dengan logo resmi adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar. Kami mendesak pihak terkait segera melakukan evaluasi total demi keamanan bersama,” tegas Niki Mulyana.

Pada kesempatan yang sama Toni selaku Kepala SPPG Langensari saketi 001 Merespons temuan tersebut, Toni, mengakui adanya kekurangan pada fasilitas operasional mereka. Namun, ia menjelaskan bahwa tanggung jawab teknis tersebut berada di pihak ketiga.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait sarana dan prasarana ini kepada pihak mitra yang bekerja sama dengan kami. Namun, sangat disayangkan sampai saat ini pihak mitra belum melakukan tindakan atau menindaklanjuti laporan tersebut,” ujar Toni.

Forja Banten menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga pihak mitra dan yayasan melakukan perbaikan nyata sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Penulis : Team/red

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *