Humaniora dan PJBW Luncurkan “Dakwah Hijau”, Ajak Artis Tanam Pohon di Bogor

banner 468x60

BOGOR, gabungnyawartawanindonesia.co.id – humaniora.id – Gerakan syiar kemanusiaan kembali diperluas. Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan bersama Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) meluncurkan program baru bertajuk “Dakwah Hijau”.

Untuk mewujudkan gerakan semesta tersebut, dua lembaga nirlaba ini menggandeng greenbluehub.id, JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan), dan sineas Akbar Bhakti selaku pemilik Villa AB47 di Kampung Jl. Sarongge Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dakwah hijau didefinisikan sebagai sedekah jariyah melalui penanaman pohon. Setiap pohon yang ditanam diharapkan menjadi sumber kebaikan yang memberi manfaat bagi makhluk hidup.

“Bumi bukan sekedar warisan melainkan titipan bagi generasi mendatang. Wujud sedekah lingkungan dan investasi jangka panjang. Oleh karena itu melalui aksi nyata kami mendorong terciptanya harmoni antara manusia, alam dan keberagaman dalam semangat merawat bumi sebagai ciptaan Tuhan,” ujar Raja Asdi, Ketua Hubungan Antar Lembaga JPKP saat mengunjungi Villa AB47 minggu lalu.

Penanaman pohon tahap awal akan dilakukan di lahan Villa AB47 yang dikenal sebagai “Villa Lil Ubud” di Cileungsi. Kegiatan ini menjadi simbol peresmian dakwah hijau berkelanjutan yang akan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

“Menjadikan akhlak terhadap alam sebagai solusi bangsa. Program ini direalisasikan melalui gerakan budaya penanaman pohon, termasuk edukasi zero-waste, dan kampanye kesejukan lingkungan yang akan kami laksanakan di berbagai daerah di Indonesia,” kata Raja Asdi.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Eddie Karsito selaku Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Agus Santosa Koordinator PJBW, dan Ibnu Hajar Herlambang wartawan senior wartabuana.com yang juga relawan.

Artis Bersatu Menanam Pohon
Program ini juga berkolaborasi dengan publik figur melalui kerangka “Artis Bersatu Gotong Royong Menanam Pohon”.

Sineas Akbar Bhakti menyambut baik dan mendukung gagasan tersebut. Ia menilai keterlibatan seniman dan artis dalam kampanye penghijauan sangat efektif karena popularitas mereka mampu memperluas pesan cinta lingkungan sekaligus peran konkret mendukung SDGs.

“Seniman dapat mengubah isu konservasi menjadi karya visual atau pertunjukan. Sementara figur publik dapat menginspirasi penggemar untuk terjun langsung menanam pohon dan menjaga alam,” tegas Akbar yang telah menyutradarai ratusan judul sinetron seperti Roda-Roda Gila, Anak Langit, Anak Jalanan, dan Bayu Cinta Luna_.

Akbar mengajak para seniman dan artis turun langsung ke lokasi reboisasi, konservasi, dan DASHL seperti hutan kota atau daerah pesisir. Ia juga mendorong pelibatan artis dalam pembuatan konten edukatif di media sosial tentang pentingnya menanam pohon.

Bumi Titik Temu Kesadaran Ketuhanan
Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Eddie Karsito menekankan alam memiliki dimensi spiritual.
“Menanam pohon, menjaga kelestarian lingkungan, adalah manifestasi dari kesadaran kesatuan kosmis, tanggung jawab moral, dan bentuk penghormatan kita pada Sang Maha Pencipta,” tuturnya.

Koordinator PJBW Agus Santosa menyebut dakwah hijau sebagai perluasan jiwa filantropi dari pemenuhan kebutuhan dasar menjadi pelestarian lingkungan.
“Ini sejalan dengan spirit sedekah yang kita jalankan. Menjaga kelestarian alam dan ketahanan pangan adalah manifestasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam Islam,” tegasnya. Ia menambahkan setiap daun, oksigen, atau buah yang dimanfaatkan makhluk hidup bernilai pahala dan menjadi amal jariyah.

Ibnu Hajar Herlambang menyoroti pentingnya penanaman pohon di Indonesia yang beriklim tropis.
“Gerakan menanam pohon ini wajib diapresiasi sebagai bentuk aksi nyata pelestarian lingkungan, investasi masa depan untuk generasi penerus, serta mitigasi perubahan iklim,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *