Gila..!!! Lingkungan dapur MBG SPPG Pandeglang Labuan Cigondang, diduga jadi tempat minum minuman beralkohol

banner 468x60

Pandeglang-Banten — Makan Bergizi Gratis, (MBG) yaitu program nasional yang bertujuan untuk memberikan makanan bergizi secara gratis kepada kelompok rentan, seperti anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini.

Tujuan utama pelaksanaan program MBG diantaranya untuk mencegah Stunting dan Malnutrisi, Menekan angka kekurangan gizi dan stunting pada anak-anak serta memastikan tumbuh kembang yang optimal.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan: Membantu siswa lebih fokus dalam belajar dan mencegah penurunan prestasi akademik yang disebabkan oleh kelaparan atau kondisi kesehatan yang buruk serta peningkatan Ekonomi Lokal.
Kondisi dapur SPPG baik dari lingkungan lokasi, bangunan, peralatan, bahan baku sampai ke Sumber daya manusia nya pun harus terjaga kebersihannya.

Namun sangat disayangkan, dari info yang didapat WBO, Bahwa lingkungan lokasi dapur MBG SPPG Pandeglang Labuan Cigondang sering dijadikan tempat mengkonsumsi minuman beralkohol oleh petugas dan pekerjanya.
Hal itu disampaikan oleh HRD roda WBO selaku warga Desa Cigondang Kecamatan Labuan,

“Saat itu mereka mengkonsumsi minuman anggur merah persis di lokasi dapur bagian luar dibelakang, masih dilingkungan bangunan dapur sih didalam pager, tepatnya tanggal 18 Juni dua hari terakhir pendistribusian MBG sebelum libur sekolah semester ini” ungkap HRD Kepada WBO, Selasa (30/6/2026).

“mereka melakukan itu kurang lebih jam 12 malam sampai jam 2 dini hari saat proses persiapan dan produksi MBG berlangsung” katanya
Saat ditanya siapa saja dan sebagai apa jabatannya yang mengkonsumsi minuman anggur merah tersebut serta apakah kondisi mereka sampai dalam keadaan mabuk, HRD juga menjelaskan bahwa mereka minum sambil santai duduk di amben-ambenan bagian belakang.

“Diantaranya kepala SPPG, cheef lokal dari relawan, ada relawan lain juga dan ditemani dari pihak koperasi ada perempuan, tetapi kalo perempuan itu ga ikut minum sih, kalau soal sampai mabuk atau enggaknya ya namanya juga minuman pasti keras mabuk juga kalopun ga mabuk parah, etidaknya aroma minuman anggur kan pasti tercium baunya menyengat” ujar HRD.
Sementara, berbicara soal lokasi dapur MBG jelas Kebersihan Personel (Personal Hygiene) dan Sumberdaya manusia dalam hal ini petugas dan relawan, kebersihannya harus selalu terjaga karena pada Prinsipnya agar bisa menekankan pentingnya praktik kebersihan diri yang ketat oleh semua penjamah makanan untuk mencegah kontaminasi dari tubuh, pakaian, atau perilaku mereka.

Selain itu, pentingnya pencegahan Kontaminasi Silang (Cross-Contamination Prevention), Prinsip ini berfokus pada pencegahan perpindahan bakteri, alergen, atau bahan berbahaya lainnya dari satu makanan/bahan baku ke makanan/bahan baku lain, atau dari peralatan/lingkungan ke makanan.
“Lokasi juga harus berada di area yang relatif aman dari kriminalitas, terutama saat malam atau saat proses distribusi. Keamanan lingkungan sangat penting dalam produksi pangan karena beberapa alasan utama yang saling terkait erat dengan kesehatan manusia” tegas HRD
keberlanjutan ekosistem dan keamanan produk akhir, yang bertujuan untuk melindungi Kesehatan Konsumen, Kualitas dan Nutrisi Pangan serta demi Keberlanjutan Jangka Panjang, praktik produksi pangan yang ramah lingkungan, seperti menjaga kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati, memastikan bahwa ekosistem tetap produktif secara alami selama beberapa generasi mendatang
Selanjutnya, atas informasi tersebut, yang juga dikuatkan dengan adanya bukti vidio secara sepintas, WBO mengkonfirmasi Danil selaku Kepala SPPG Pandeglang Labuan Cigondang, akan tetapi Danil tidak membalas konfirmasi melalui chat walaupun nampak centang dua.
Sebelumnya, WBO menayangkan pemberitaan tentang kondisi SPPG Pandeglang Labuan Cigondang tersebut yang berdempetan langsung dengan jagal dan kandang ayam dan saluran limbah yang dialirkan ke kali dalam kondisi tidak beraturan juga kumuh, terkait banyaknya kekurangan dapur SPPG tersebut pun diakui oleh Danil selaku Kepala SPPG Pandeglang Labuan Cigondang.

Namun soal informasi berita tersebut terkesan tidak ada tindakan tegas apapun dari Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPI labuan, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI Kabupaten Pandeglang dan Kepala Regional (Kareg) Provinsi Banten, ada apa dan kenapa?
Untuk itu, diaharapkan agar Satuan Tugas (Satgas) MBG dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang yang menjadi team khusus yang dibentuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) agar bisa menindak tegas dengan memberhentikan operasional secara permanen kepada SPPG Pandeglang Labuan Cigondang.

 

Mul (GWI).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *