Bupati Alexander Wilyo Resmi Buka Gawai Sungai Laur 2026, Tegaskan Dukungan Pelestarian Budaya dan Kerukunan Masyarakat

banner 468x60

Ketapang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar, – Suasana penuh suka cita dan kebersamaan mewarnai pembukaan Gawai Sungai Laur Tahun 2026 yang berlangsung di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan adat tahunan yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan pelestarian budaya tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si.

Pembukaan Gawai Sungai Laur tahun ini berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi cerminan kuatnya semangat persatuan dan toleransi yang terus terjaga di wilayah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Tentara Berani Borneo Rajakng (TBBR) yang ikut berpartisipasi dalam mendukung kelancaran acara, serta pengurus Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Orang Melayu (DPC POM) Kecamatan Sungai Laur yang menampilkan kekayaan budaya Melayu sebagai bagian dari semarak perayaan.

Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo mengapresiasi keterlibatan seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga kondusivitas dan kebersamaan dalam pelaksanaan Gawai.

“Kehadiran teman-teman TBBR, DPC POM, dan seluruh elemen masyarakat dalam Gawai hari ini adalah bukti nyata bahwa Sungai Laur merupakan rumah bersama yang aman, damai, dan kaya akan toleransi. Inilah fondasi terkuat dalam membangun daerah,” ujar Alexander Wilyo.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mendukung pelestarian adat dan budaya daerah. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Gawai Sungai Laur melalui penganggaran yang dilakukan secara rutin setiap tahunnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus.

Selain itu, Bupati juga membawa kabar gembira bagi masyarakat Sungai Laur terkait pembangunan Rumah Adat Melayu. Ia mengungkapkan bahwa bangunan tersebut saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan dalam waktu dekat akan segera diresmikan.

“Rumah Adat Melayu Sungai Laur saat ini sudah berada pada tahap finishing. Dalam waktu dekat akan segera kita resmikan sebagai pusat pelestarian budaya dan identitas masyarakat Melayu di Sungai Laur,” katanya.

Keberadaan Rumah Adat Melayu tersebut diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan budaya, edukasi, serta pengembangan sektor pariwisata yang mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Dengan dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan Gawai dan pembangunan sarana budaya, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal dapat terus terjaga sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat potensi Kecamatan Sungai Laur di tingkat regional maupun nasional.

Rangkaian pembukaan Gawai Sungai Laur 2026 ditutup dengan prosesi adat dan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat yang hadir. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, menandai dimulainya perayaan Gawai yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

 

Pewarta : Andus.M

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *