banner 728x250

Kelangkaan Obat di RSUD Berkah Pandeglang Disorot, GOW-B Desak Evaluasi Total Manajemen Rumah Sakit.

banner 120x600
banner 468x60

GabungnyawartawanIndonesia.co.id. PANDEGLANG – Kelangkaan obat dan dugaan buruknya pelayanan di RSUD Berkah Pandeglang kembali menjadi sorotan publik. Kondisi ini mencuat setelah Gabungan Organisasi Wartawan Banten (GOW-B) menggelar konferensi pers sekaligus audiensi dengan pihak rumah sakit pada Selasa (10/03/2026) di ruang Humas RSUD Berkah.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis (Kabid Yanmed) dr. Sulaiman, didampingi Kasi Program Usri serta Humas RSUD Berkah, Ipan. Dalam kesempatan itu, para wartawan menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

banner 325x300

Koordinator GOW-B yang juga Ketua DPC GWI Pandeglang, Raeynol Kurniawan, menilai kondisi RSUD Berkah saat ini tengah menghadapi sorotan serius dari berbagai elemen masyarakat. Ia menyebut adanya indikasi krisis manajemen, kelangkaan obat, hingga dugaan masalah pengelolaan anggaran.

“Banyak laporan yang kami terima dari masyarakat, khususnya pasien BPJS Kesehatan, yang harus membeli obat sendiri di luar rumah sakit karena obat generik tidak tersedia,” ujar Raeynol.

Menurutnya, kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Berkah. Bahkan, rumah sakit yang seharusnya menjadi fasilitas kesehatan utama di Kabupaten Pandeglang itu kini menjadi bahan perbincangan publik karena dinilai belum memberikan pelayanan maksimal.

Dugaan Krisis Anggaran

Selain kelangkaan obat, GOW-B juga menyoroti dugaan defisit anggaran yang dialami RSUD Berkah. Bahkan, sejumlah pihak disebut tengah menyiapkan laporan pengaduan masyarakat (Lapdu) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di rumah sakit tersebut.

“Jika memang ada masalah keuangan atau pengelolaan anggaran, harus dibuka secara transparan. Kami mendorong agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh,” tegas Raeynol.

Ia juga menilai lemahnya manajemen pelayanan medis berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah tersebut.

Direktur Disebut Sulit Dihubungi

Dalam konferensi pers itu, Raeynol juga menyinggung sikap Direktur RSUD Berkah, dr. Firman, yang disebut sulit dihubungi oleh sejumlah organisasi wartawan dan elemen masyarakat yang ingin meminta klarifikasi.

Menurutnya, sikap tertutup dari pimpinan rumah sakit justru menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Kabid Yanmed RSUD Berkah, dr. Sulaiman, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit akan segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan maupun ketersediaan obat.

“Kami berterima kasih atas masukan yang disampaikan oleh Gabungan Organisasi Wartawan Banten. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami, khususnya terkait pelayanan dan ketersediaan obat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pasien yang sempat membeli obat di luar rumah sakit dapat mengajukan klaim penggantian kepada pihak RSUD.

“Silakan disampaikan kepada kami jika ada pembelian obat di luar. Insyaallah akan kami proses dan dibayarkan. Ke depan kami berupaya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” jelasnya.

Desakan Pembenahan Munculnya berbagai persoalan tersebut membuat sejumlah elemen masyarakat mendesak agar RSUD Berkah Pandeglang melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi manajemen, pelayanan medis, hingga transparansi anggaran.

Pasalnya, rumah sakit daerah tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang layak dan maksimal bagi masyarakat Pandeglang, terutama bagi pasien yang bergantung pada layanan BPJS Kesehatan.

(Red)

Facebook Comments Box
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP