Sanggau,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar, – Kepala Desa Selampung, Lukas, memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan sejumlah media online yang menilai kinerja Pemerintah Desa Selampung nol persen serta menyeret namanya bersama Kepala Dusun Melki terkait belum terealisasinya jaringan listrik PLN di Dusun Sonau dan Dusun Rontang.
Lukas menegaskan, pemberitaan tersebut tidak berimbang dan cenderung menyesatkan opini publik karena tidak didahului konfirmasi kepada pemerintah desa sebelum dipublikasikan.
“Kami sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebut kinerja Pemerintah Desa Selampung nol persen tanpa klarifikasi. Tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan,” tegas Lukas saat dikonfirmasi awak media, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Selampung telah menjalankan tugas dan fungsi sesuai kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Terkait pembangunan jaringan listrik di Dusun Sonau dan Dusun Rontang, Lukas menegaskan hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan PT PLN (Persero), bukan pemerintah desa.
“Pemerintah desa tidak memiliki kewenangan sebagai pelaksana teknis pembangunan jaringan listrik. Peran kami hanya sebatas pengusulan, pendataan warga, musyawarah desa, serta koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten,” jelasnya.
Lukas juga meluruskan informasi terkait tahun anggaran yang dipersoalkan. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2023 tidak terdapat program pembangunan jaringan listrik dari PLN untuk Desa Selampung, termasuk Dusun Sonau dan Dusun Rontang.
“Pada tahun 2023 memang tidak ada program PLN yang masuk ke Desa Selampung. Jadi tidak benar jika dikatakan pemerintah desa tidak bekerja, karena memang tidak ada program yang bisa direalisasikan pada tahun tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lukas menyampaikan bahwa program pembangunan jaringan listrik kembali berjalan pada tahun 2024 dan berlanjut hingga 2026. Untuk Dusun Sonau, pembangunan jaringan listrik telah selesai dilaksanakan, termasuk pemasangan gardu oleh pihak PLN, dan saat ini tinggal menunggu pemasangan KWh meter.
“Untuk Dusun Sonau, jaringan sudah selesai dan gardu sudah terpasang. Sekarang tinggal menunggu pemasangan KWh meter oleh pihak PLN,” ungkap Lukas.
Sementara itu, untuk Dusun Rontang, Lukas menyebutkan bahwa pada Januari 2026 pihak PLN telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengukuran jarak jaringan listrik sebagai tahapan awal pembangunan.
“PLN sudah turun ke Dusun Rontang melakukan pengukuran. Ini menandakan prosesnya sudah berjalan,” katanya.
Menanggapi tudingan terhadap Kepala Dusun Melki, Lukas dengan tegas membantahnya. Ia menilai Kadus Melki justru aktif menjalankan tugas dan fungsinya dalam membantu pendataan warga serta menjembatani aspirasi masyarakat.
“Tidak benar jika Kepala Dusun Melki disebut tidak bekerja atau menghambat. Beliau justru aktif membantu pemerintah desa dan menjadi penghubung antara warga dengan pemerintah desa,” ujarnya.
Lukas menegaskan komitmen Pemerintah Desa Selampung untuk terus memperjuangkan pemerataan akses listrik bagi seluruh masyarakat desa. Ia juga mengajak masyarakat memahami bahwa pembangunan infrastruktur listrik membutuhkan proses, tahapan, serta bergantung pada kebijakan dan anggaran dari pihak PLN.
“Kami terbuka terhadap kritik, namun kritik harus disampaikan berdasarkan fakta dan secara berimbang. Kami berharap media menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dengan mengedepankan konfirmasi dan kode etik jurnalistik,” pungkas Lukas.
Dengan adanya klarifikasi ini, Pemerintah Desa Selampung berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh, objektif, dan tidak sepihak terkait kinerja pemerintah desa serta upaya yang telah dilakukan dalam memperjuangkan jaringan listrik PLN di wilayah tersebut.
Pewarta : Rinto Andreas



















