Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ruang Aspirasi di Secang Jadi Sorotan: Warga Desak Pemkab Magelang Hentikan Seremoni, Utamakan Penyelesaian Masalah

Magelang – Gabungnyawartawanindonesia.co.id |
Program Ruang Aspirasi yang kembali digelar Pemerintah Kabupaten Magelang di Kecamatan Secang, Jumat 28 November 2025, memunculkan tekanan baru dari masyarakat. Warga menuntut pemerintah tidak hanya hadir untuk mendengar, tetapi memastikan keluhan mereka dituntaskan secara nyata di lapangan.

Kegiatan yang dihadiri Forkompimda, kepala desa, pelaku UMKM, serta ratusan warga ini berubah menjadi forum terbuka—tempat masyarakat menumpahkan berbagai keluhan mulai dari pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pemerataan pembangunan antar-desa.


Bupati Grengseng: Aspirasi Dicatat, Warga Minta Tenggat Waktu

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan bahwa Ruang Aspirasi adalah wadah silaturahmi dan penyampaian kebutuhan masyarakat.

“Aspirasi akan segera dibenahi sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Namun warga mempertanyakan kecepatan eksekusi, sebab aspirasi yang disampaikan pada kegiatan serupa sebelumnya belum seluruhnya terlihat dampaknya.
Masyarakat menekan agar visi “Magelang Anyar Gres” dan tujuh prioritas pembangunan diterjemahkan ke dalam kerja konkret yang terukur.


Wakil Bupati Said: Program Ada, Tetapi Warga Menilai Banyak yang Masih Setengah Jalan

Wakil Bupati H. Said, SH memaparkan sejumlah program seperti:

  • seragam sekolah gratis,
  • layanan kesehatan gratis di RSUD,
  • sembilan rute transportasi sekolah gratis.

Namun, warga Secang menyampaikan secara lantang bahwa program tersebut belum merata dan masih menyisakan banyak keluhan teknis.

Sejumlah tokoh desa juga menyoroti minimnya laporan publik tentang hasil evaluasi, sehingga masyarakat menganggap banyak program pemerintah belum berdampak luas.


Camat Secang: Layanan di Kecamatan Mulai Membaik, Tapi Tekanan Publik Meningkat

Camat Secang, Sri Yuni, mengapresiasi peningkatan layanan, terutama pembuatan KTP dan akta kematian yang kini dapat diselesaikan di tingkat kecamatan.

Meski demikian, keluhan masyarakat tetap bermunculan terkait:

  • antrean panjang,
  • kurangnya SDM,
  • dan kendala teknis sistem.

Pelayanan gratis Puskesmas Secang 1 dan 2 serta pasar murah mendapat sambutan positif, namun warga menegaskan:
program tidak boleh bersifat musiman atau mengikuti agenda protokoler.


Tekanan Warga: Pemerintah Diminta Tinggalkan Pola Formalitas

Dari pantauan lapangan, warga menginginkan perubahan signifikan dalam:

  • percepatan pembangunan desa,
  • penyederhanaan layanan publik,
  • dukungan pembiayaan dan pemasaran UMKM,
  • perluasan akses transportasi dan kesehatan,
  • serta adanya transparansi tindak lanjut aspirasi.

Forum Ruang Aspirasi memang berjalan aman dan tertib. Namun suara masyarakat Secang jelas:
“Percepat eksekusi, hentikan seremoni.”


Reporter: Bambang – Jateng
Editor: Zulkarnain Idrus | Gabungnyawartawanindonesia.co.id


 

Reporter: ZULKARNAIN IDRUS